Produsen mobil sport asal Prancis, Alpine, belum sepenuhnya siap berpisah dengan mesin pembakaran internal. Meski sedang mengembangkan penerus model A110 bertenaga listrik, pabrikan di bawah naungan Renault ini tetap membuka peluang untuk menghadirkan varian bermesin bensin.
Fleksibilitas Arsitektur Platform Terbaru
Managing Director Alpine Inggris, Nicola Burnside, menyampaikan bahwa perusahaan belum mencoret opsi pemasangan mesin pembakaran internal pada mobil sport generasi berikutnya. Hal ini dimungkinkan karena arsitektur baru bernama Alpine Performance Platform (APP) dirancang cukup fleksibel untuk mengakomodasi berbagai jenis sistem penggerak.
Kendati demikian, opsi mesin bensin tersebut belum masuk dalam tahap pengembangan aktif. Alpine tetap memprioritaskan peluncuran model baru ini sebagai kendaraan listrik dan optimistis dapat melampaui performa generasi sebelumnya tanpa bergantung pada bahan bakar minyak.
“The old A110 was brilliant, and so for us to bring out the electric version, it must be better,” kata Burnside kepada Top Gear.
Alpine merancang arsitektur berbahan dominan aluminium dengan tata letak baterai yang unik. Berbeda dari struktur baterai yang biasanya ditempatkan penuh di bawah kabin, tim insinyur membaginya menjadi dua bagian di depan dan belakang. Pendekatan ini memungkinkan posisi duduk pengemudi tetap rendah seperti pada model A110 sebelumnya. Alpine juga menargetkan bobot kendaraan berada di bawah 1.500 kilogram.
Platform APP menggunakan suspensi double-wishbone serta mendukung konfigurasi penggerak roda belakang sebagai standar utama, dengan opsi dua motor listrik untuk penggerak semua roda. Di sisi lain, platform ini juga dapat menampung mesin konvensional, transmisi, dan tangki bahan bakar hanya dengan sedikit penyesuaian.
CEO Alpine Philippe Krief sebelumnya mengonfirmasi kemungkinan penyesuaian tersebut. Fleksibilitas ini dipandang berguna untuk ekspansi ke pasar luar Eropa, seperti Amerika Serikat, di mana penerimaan mobil sport listrik mungkin menghadapi tantangan.
“We’ve not closed anything off, but we are fully committed to EV, because we genuinely believe that we can build something really special that takes it another level up from the current A110. And that was such a benchmark,” ujar Burnside.
Ia menegaskan bahwa fokus utama pabrikan saat ini tetap pada varian listrik terlebih dahulu.
“Nothing’s confirmed at the moment. What is confirmed is we’re starting with electric,” tutur Burnside.
Perbedaan Strategi dengan Porsche
Langkah Alpine yang masih membuka opsi mesin konvensional berbanding terbalik dengan strategi Porsche. Produsen otomotif asal Jerman tersebut sebelumnya sempat mempertimbangkan kembali keputusan untuk menjadikan generasi baru 718 Boxster dan Cayman murni listrik.
Namun, Porsche akhirnya mengonfirmasi bahwa lini mobil sport generasi mendatang tersebut hanya akan hadir dalam varian listrik murni. Kebijakan serba listrik ini juga berlaku untuk model targa besutan Audi yang dikembangkan bersama platform Porsche tersebut.
Sumber: Motor1.com - News






