Toyota Hilux dikenal luas sebagai salah satu truk pikap paling tangguh dan tahan lama di dunia otomotif global. Meskipun memiliki reputasi yang sangat melegenda di berbagai belahan bumi, kendaraan roda empat ini justru tidak dipasarkan di Amerika Serikat.
Ketangguhan yang Diuji di Berbagai Medan
Reputasi tidak terkalahkan yang disandang Hilux tidak lepas dari berbagai uji coba ekstrem, salah satunya melalui acara televisi Top Gear. Truk pikap tersebut berhasil bertahan setelah dibakar, ditenggelamkan ke dalam air laut, dan tetap dapat berjalan kembali hanya dengan menggunakan peralatan dasar serta sedikit perbaikan mekanis. Dalam acara yang sama, presenter James May juga pernah mengemudikan Hilux menaiki gunung berapi aktif serta melakukan ekspedisi ke Kutub Utara.
Selain tampil di layar kaca, kendaraan ini juga menjadi andalan di medan pertempuran nyata. Konflik bersenjata di gurun Sahara pada pertengahan tahun 1980-an yang dikenal sebagai Perang Toyota memperlihatkan militer Chad menggunakan sejumlah pikap Hilux dalam pertempuran melawan Libya. Di Australia, model ini juga sangat diminati karena cocok dengan kondisi medan yang berat, dengan penjualan mencapai lebih dari setengah juta unit dalam kurun waktu sekitar satu dekade.
Alasan Hilux Tidak Dijual di Amerika Serikat
Kendati Toyota memasarkan Hilux ke lebih dari 190 negara dan wilayah, Amerika Serikat tidak termasuk di dalamnya. Pikap tersebut terakhir kali dijual di pasar Amerika Serikat dengan nama Toyota Truck hingga akhirnya digantikan oleh Toyota Tacoma pada tahun 1995. Pihak pabrikan menilai Tacoma, yang memiliki dimensi sedikit lebih besar dan pilihan mesin berbeda, lebih sesuai dengan selera konsumen di sana.
Faktor lain yang menjadi kendala adalah kebijakan tarif pajak ayam atau Chicken Tax, yakni bea masuk sebesar 25 persen yang dikenakan pada truk ringan impor. Jika ingin memasarkan generasi kesembilan Hilux di Amerika Serikat, Toyota harus menanggung tarif tersebut atau memproduksinya secara lokal maupun di wilayah sekitar seperti Meksiko atau Kanada. Saat ini, Hilux telah diproduksi di berbagai negara termasuk Argentina, India, Thailand, serta sejumlah lokasi di Asia dan Afrika.
Sebagai gantinya, seperti dilaporkan oleh Car and Driver, Toyota dikabarkan sedang mengembangkan sebuah truk kompak berbasis Corolla yang kemungkinan besar akan dinamai Stout atau Corolla Pikap. Kehadiran truk baru tersebut dinilai memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mengisi segmen kendaraan kompak di pasar Amerika Serikat dibandingkan mendatangkan Hilux.








