Pemerintah Indonesia berencana melakukan inspeksi lapangan ke fasilitas perakitan BYD di Subang, Jawa Barat. Langkah ini diambil menyusul adanya perselisihan terkait tuntutan kesempatan kerja bagi warga setempat, seperti dilaporkan Jakarta Globe.
Koordinasi Lintas Kementerian untuk Selesaikan Sengketa
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa penyelesaian masalah tersebut memerlukan koordinasi yang luas dan tidak hanya menjadi tanggung jawab kementeriannya semata. Pemerintah pusat kemungkinan akan mendatangi lokasi pabrik guna mempertemukan kepentingan pihak pabrikan mobil dengan warga sekitar.
Sarmuji menjelaskan bahwa perselisihan tersebut muncul karena warga setempat menilai kesempatan kerja yang diberikan masih kurang. Sementara itu, pihak produsen kendaraan meyakini bahwa kewajiban penyerapan tenaga kerja lokal telah terpenuhi.
Kapasitas Produksi Pabrik BYD Subang
Fasilitas produksi BYD di Subang, Jawa Barat, diresmikan secara resmi pada tanggal 3 September tahun ini. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 150.000 kendaraan serta menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja.
Pada bulan lalu, BYD Malaysia mengumumkan Sime Motors melalui Inokom Corporation sebagai mitra perakitan lokal. Pengumuman ini disampaikan berselang sebulan setelah rencana fasilitas di Tanjong Malim dibatalkan, yang mulanya diumumkan pada Agustus 2025.
Pabrik Inokom di Kulim, Kedah, Malaysia, mempekerjakan seratus persen tenaga kerja lokal dengan lebih dari 2.700 pegawai per Juni tahun ini. Selain merakit kendaraan, fasilitas tersebut melibatkan 370 vendor lokal guna mendukung ekosistem otomotif di Malaysia.
Saat ini, Inokom memproduksi kendaraan untuk tujuh merek otomotif, yakni BMW, MINI, Porsche, Mazda, Hyundai, Chery, dan Kia, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Saham mayoritas Inokom saat ini dipegang oleh Sime Motors sebesar 51 persen, sementara pemegang saham lainnya meliputi Sime Darby Hyundai sebesar 5 persen, Hyundai Motor Company asal Korea Selatan sebesar 15 persen, serta Bermaz Auto sebesar 29 persen.
Sumber: Paul Tan's Automotive News






