Ekonomi Global

Uno Minda Targetkan Imbal Hasil 18-20 Persen dari Proyek Baru

Daftar Isi
  1. Target Kinerja dan Investasi
  2. Perluasan Kapasitas Produksi
  3. Kondisi Keuangan dan Prospek

Perusahaan komponen otomotif Uno Minda tengah menjalankan serangkaian proyek perluasan manufaktur dengan nilai investasi sekitar Rp5.300 crore. Perusahaan menargetkan imbal hasil modal sebelum pajak (ROCE) sebesar 18 hingga 20 persen pada tahun ketiga produksi penuh dari proyek-proyek tersebut.

Target Kinerja dan Investasi

Group Chief Financial Officer Uno Minda, Sunil Bohra, menyatakan dalam laporan pendapatan kuartal kedua tahun fiskal 2027 pada Kamis (5/11) bahwa target imbal hasil tersebut menjadi salah satu kriteria utama dalam pengajuan proyek kepada dewan direksi. Perusahaan memperkirakan perputaran aset (asset turnover) awal berada di kisaran 1,8 hingga 2 kali lipat dari nilai modal yang dikeluarkan.

Bohra menjelaskan bahwa perputaran aset dapat bervariasi tergantung pada jenis bisnisnya, mulai dari 1,25 hingga 1,3 kali pada operasi yang padat modal, hingga 2,5 sampai 3 kali pada sektor lainnya. Ia menambahkan bahwa investasi lanjutan berpotensi menghasilkan perputaran aset yang lebih tinggi karena infrastruktur dasar seperti lahan dan bangunan sudah tersedia.

Pipa investasi ini mencakup proyek-proyek yang telah diumumkan sebelumnya dalam berbagai tahap eksekusi dan peningkatan kapasitas. Nilai ini meningkat dibandingkan rencana investasi sebesar Rp3.800 crore yang sempat dibahas pada laporan kuartal pertama tahun fiskal 2027 bulan Agustus lalu.

Perluasan Kapasitas Produksi

Pada September, dewan direksi Uno Minda menyetujui empat proyek manufaktur senilai total Rp1.415 crore. Proyek tersebut meliputi fasilitas pengecoran aluminium di Hosur, perluasan produksi pelek roda dua di Kharkhoda, penambahan kapasitas cetakan di Bengaluru, serta fasilitas manufaktur melalui usaha patungan di Chhatrapati Sambhajinagar. Selain itu, perusahaan juga menambah investasi Rp85 crore untuk kapasitas produksi sunroof di Bawal, Haryana.

Langkah ini bertujuan untuk memenuhi permintaan produsen kendaraan yang meningkat serta meningkatkan lokalisasi komponen. Saat ini, kapasitas tahunan pelek roda empat telah mencapai 6,3 juta unit dan diproyeksikan naik menjadi 9 juta unit setelah proyek selesai. Sementara itu, kapasitas pelek roda dua telah mencapai 9 juta unit dan ditargetkan meningkat hingga 11,8 juta unit.

Bisnis pengecoran perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 57 persen secara tahunan menjadi Rp1.441 crore pada kuartal kedua, didorong oleh peningkatan produksi dan kenaikan harga aluminium.

Kondisi Keuangan dan Prospek

Manajemen mengakui bahwa pembangunan fasilitas baru dapat meningkatkan biaya karyawan dan depresiasi untuk sementara waktu sebelum mencapai skala operasi yang optimal. Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan panduan margin EBITDA tahun fiskal 2027 di angka sekitar 11 persen.

Secara keseluruhan, pendapatan konsolidasi Uno Minda pada kuartal kedua tahun fiskal 2027 tumbuh 38 persen menjadi Rp6.655 crore, dengan laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemegang saham meningkat 38 persen menjadi Rp420 crore. Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja yang kuat di berbagai sektor, termasuk bisnis mobilitas hijau yang mencakup sistem kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif, yang pendapatannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp649 crore.

Hingga akhir September, utang bersih perusahaan tercatat sebesar Rp2.415 crore, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas berada di kisaran 0,31 kali. Perusahaan menyatakan bahwa sebagian besar program perluasan kapasitas tetap didukung oleh arus kas internal.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *