Sebuah mobil listrik SUV Jaecoo J5 EV mengalami lepas roda depan bagian kanan di kawasan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (4/11) sekitar pukul 08.20 WIB. Pihak pabrikan menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi akibat kendaraan menabrak trotoar dan pembatas jalan, bukan disebabkan oleh cacat produk.
Kronologi dan Hasil Inspeksi Teknis Jaecoo Indonesia
Peristiwa yang terjadi di Jalan KH Mas Mansyur tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial Indonesia. Rekaman menunjukkan satu unit Jaecoo J5 EV berwarna hitam terhenti di samping pembatas jalan beton dengan rakitan roda depan kanan terlepas. Komponen suspensi dan bagian bemper yang terlepas terlihat berserakan di jalan, sementara sebagian pembatas jalan juga mengalami kerusakan.
Meskipun beberapa laporan awal di Indonesia sempat mengidentifikasi roda yang terlepas sebagai roda belakang kanan, Jaecoo kemudian mengklarifikasi bahwa bagian yang terdampak adalah rakitan roda depan kanan. Tim teknis Jaecoo Indonesia langsung melakukan inspeksi pada kendaraan setelah berkomunikasi dengan pemiliknya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, pabrikan menyimpulkan bahwa SUV listrik tersebut terlebih dahulu menabrak trotoar dan pembatas jalan sebelum rodanya terlepas. Jaecoo menegaskan bahwa terlepasnya roda merupakan akibat dari benturan keras tersebut, bukan sebagai penyebab kecelakaan. Pemeriksaan menemukan kerusakan pada bemper depan kanan, spatbor, serta pintu penumpang depan, tanpa adanya indikasi cacat produksi. Tim purna jual perusahaan kini tengah mengoordinasikan perbaikan dan penyediaan suku cadang bersama pemilik kendaraan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai investigasi independen terkait insiden di Jakarta tersebut.
Perbandingan dengan Penarikan Kembali Chery Omoda 5 di Malaysia
Insiden di Jakarta ini menarik perhatian publik karena dibandingkan dengan kasus kegagalan sumbu roda (axle) belakang pada Chery Omoda 5 di Malaysia. Pada 11 Oktober 2026, Departemen Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia sempat membekukan Kelulusan Jenis Kendaraan (VTA) Omoda 5 untuk menunda pendaftaran unit baru selama investigasi berlangsung. Chery kemudian mengumumkan program penarikan kembali (recall) pada 14 Oktober yang mencakup 8.878 unit Omoda 5 varian C dan H untuk inspeksi dan penggantian komponen yang terdampak.
Masalah kualitas kendaraan tersebut juga memicu permohonan maaf terbuka dari Chairman Chery, Yin Tongyue, kepada Menteri Pelaburan, Perdagangan dan Industri Malaysia pada 21 Oktober, sebagaimana dilaporkan oleh CarNewsChina.com. Sebelum penarikan skala besar ini, Chery pernah melakukan pemeriksaan tindakan pencegahan terhadap 600 unit Omoda 5 pada Mei 2024. Dari jumlah tersebut, pabrikan mengidentifikasi 60 kendaraan yang diproduksi pada 15 Agustus 2023 menggunakan komponen poros yang bermasalah akibat kesalahan kalibrasi ujung las.
Kasus di Malaysia melibatkan kegagalan sumbu roda belakang Omoda 5, sedangkan insiden Jaecoo J5 EV di Jakarta disebabkan oleh benturan roda depan kanan dengan infrastruktur jalan. Kedua peristiwa tersebut belum terbukti berkaitan satu sama lain.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Antara, Jaecoo J5 EV mencatatkan pengiriman grosir (wholesale) sebanyak 26.635 unit di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026, menjadikannya model mobil penumpang berbasis baterai terlaris di dalam negeri.
Sumber: CarNewsChina.com







