Greaves Cotton mengumumkan rugi bersih konsolidasian sebesar Rp29,81 crore pada kuartal II tahun fiskal 2027, berbanding terbalik dari laba bersih Rp6,32 crore yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban Luar Biasa dan Kenaikan Biaya
Kelompok usaha tersebut mencatat pengeluaran luar biasa sebesar Rp32,75 crore selama kuartal kedua. Catatan auditor mengungkapkan bahwa anak usaha Greaves Electric Mobility, produsen skuter listrik merek Ampere, mengakui biaya luar biasa sebesar Rp12,55 crore setelah memutuskan untuk membatalkan rencana penawaran umum perdana saham atau IPO.
Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik anjlok 81,47 persen secara tahunan menjadi Rp4,82 crore dari Rp26,01 crore pada kuartal II tahun fiskal 2026. Kinerja laba bersih ini tertekan oleh beban luar biasa yang bersifat non-reguler serta biaya material yang lebih tinggi.
Total pengeluaran konsolidasian untuk kuartal II tahun fiskal 2027 meningkat 47 persen secara tahunan menjadi Rp1,170,24 crore dari Rp795,36 crore pada periode tahun sebelumnya. Biaya bahan baku yang dikonsumsi naik menjadi Rp832,71 crore dibandingkan Rp521,47 crore pada kuartal II tahun fiskal 2026. Selain itu, beban depresiasi dan amortisasi mencapai Rp53,22 crore dibandingkan Rp26,95 crore pada kuartal yang sama tahun lalu, sementara pengeluaran lain-lain tercatat sebesar Rp144,67 crore berbanding Rp123,33 crore.
Pertumbuhan Pendapatan dan Kinerja Mandiri
Pendapatan operasional konsolidasian tumbuh 44 persen secara tahunan menjadi Rp1,175,91 crore dari Rp815,46 crore pada kuartal II tahun fiskal 2026. Total pendapatan konsolidasian untuk kuartal II tahun fiskal 2027 mencapai Rp1,187,08 crore, meningkat dari Rp825,89 crore pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara mandiri atau standalone, Greaves Cotton membukukan penurunan laba bersih sebesar 21,45 persen pada kuartal II tahun fiskal 2027 menjadi Rp41,31 crore, dibandingkan Rp52,59 crore pada kuartal II tahun fiskal 2026. Pendapatan operasional secara mandiri tumbuh 23,66 persen menjadi Rp682,18 crore dari Rp551,66 crore pada kuartal tahun lalu. Total pengeluaran mandiri naik ke angka Rp628,98 crore dari Rp486,23 crore pada kuartal II tahun fiskal 2026.
Untuk paruh pertama tahun fiskal 2027, kelompok usaha tersebut membukukan rugi bersih konsolidasian sebesar Rp23,65 crore dibandingkan laba bersih Rp27,17 crore pada paruh pertama tahun fiskal 2026. Pendapatan operasional konsolidasian untuk paruh pertama tahun fiskal 2027 meningkat 37,74 persen menjadi Rp2.150,03 crore terhadap Rp1.560,89 crore pada periode yang sama tahun sebelumnya.








