PT Mobil Anak Bangsa (MAB) mengusulkan kepada pemerintah agar kebijakan insentif kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada kendaraan penumpang pribadi.
Founder MAB, Moeldoko, menyatakan bahwa saat ini formulasi insentif yang ada masih didominasi untuk mobil passenger dan sepeda motor, sedangkan segmen kendaraan komersial belum mendapat perhatian serupa dari pemerintah.
Pentingnya Sektor Transportasi Publik dan Logistik
Moeldoko menilai bahwa sektor kendaraan komersial seperti bus dan truk memiliki peran yang sangat krusial dalam program percepatan elektrifikasi.
Alasan utama di balik usulan ini adalah besarnya kontribusi kendaraan komersial konvensional terhadap emisi karbon. Moeldoko menjelaskan bahwa armada bus dan truk bermesin pembakaran internal merupakan salah satu penyumbang polusi udara terbesar di sektor transportasi, sehingga peralihan ke teknologi listrik pada segmen ini akan memberikan dampak signifikan.
Efisiensi Anggaran dan Beban Subsidi BBM
Selain faktor lingkungan, kendaraan komersial bermesin fosil juga menjadi salah satu pengguna dan penghisap subsidi bahan bakar minyak terbesar dari anggaran negara.
Melalui pergeseran dari bus, truk, hingga kendaraan niaga kecil berbasis bahan bakar minyak menuju kendaraan listrik, efisiensi yang didapat akan mencakup dua lini utama. Penurunan emisi karbon dapat tercapai secara drastis sekaligus mengurangi beban pengeluaran anggaran pendapatan dan belanja negara untuk penyaluran subsidi bahan bakar minyak secara berkelanjutan.
MAB berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap usulan insentif bagi kendaraan komersial ini untuk mempercepat terciptanya ekosistem transportasi publik dan logistik yang ramah lingkungan serta efisien di Indonesia.
Sumber: kabaroto » Post








