Toyota tetap konsisten mempromosikan kendaraan hidrogen dengan menampilkan mobil fuel cell Mirai di stan utama mereka dalam ajang konferensi All Energy di Melbourne, seperti dilaporkan The Driven.
Kehadiran Toyota di Tengah Dominasi Energi Terbarukan
Keikutsertaan Toyota dalam pameran tersebut sempat mengejutkan karena sebagian besar dari ratusan stan dan peserta pameran lainnya fokus pada kendaraan listrik baterai (EV), pengisian daya EV, tenaga surya, baterai, serta sistem manajemen jaringan listrik. Di tengah minimnya perusahaan otomotif konvensional besar lainnya, Toyota juga turut memamerkan kendaraan pikap listrik Hilux BEV.
Namun, kehadiran Mirai yang dilengkapi dengan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen serta sebuah electrolyser menunjukkan bahwa pabrikan tersebut belum menghentikan pengembangan teknologi hidrogen. Petugas Toyota menyampaikan kepada para pengunjung bahwa model Mirai memiliki jarak tempuh mencapai 650 kilometer.
Perkembangan Teknologi Baterai dan Jarak Tempuh
Keunggulan jarak tempuh tersebut sempat menjadi nilai jual utama beberapa tahun lalu ketika sebagian besar kendaraan listrik murni masih kesulitan melampaui 400 kilometer. Seiring berjalannya waktu, teknologi baterai telah berkembang pesat dengan biaya yang semakin efisien dan kepadatan energi yang meningkat, sehingga banyak kendaraan listrik kini mampu menempuh jarak 650 kilometer atau lebih.
Sebaliknya, model Hilux BEV buatan Toyota hanya memiliki jarak tempuh sedikit di atas 300 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC yang dinilai sangat optimis. Pihak penyelenggara dan pengamat terus memantau bagaimana respons serta tanggapan pengunjung terhadap kehadiran teknologi hidrogen tersebut di tengah masifnya peralihan menuju elektrifikasi.
Sumber: The Driven








