Daftar Isi
Pasar motor listrik di Amerika Serikat menghadapi tantangan berat karena pengendara enggan merogoh kocek dalam untuk produk dengan jarak tempuh terbatas. LiveWire, merek kendaraan listrik hasil pemisahan dari Harley-Davidson yang dilaporkan oleh The Autopian, mengeluarkan peringatan bahwa perusahaan mungkin tidak dapat bertahan hingga tahun depan jika kondisi keuangannya tidak segera membaik.
Tantangan Pasar Motor Listrik di Amerika Serikat
Adopsi motor listrik di wilayah seperti Tiongkok dan India berjalan lancar karena kendaraan tersebut berfungsi sebagai sarana transportasi utama di kawasan perkotaan yang padat dengan biaya operasional rendah. Sebaliknya, konsumen di Amerika Serikat umumnya membeli sepeda motor untuk keperluan rekreasi dan perjalanan jauh sehingga menuntut jarak tempuh tinggi.
Produsen berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan menyematkan kapasitas baterai lebih besar yang berujung pada bobot motor yang berat serta harga jual mencapai 15.000 dolar Amerika Serikat atau lebih, tetapi tetap hanya mampu menempuh jarak sekitar 90 mil di jalan tol. Sejumlah merek motor listrik telah mengalami kegagalan dalam beberapa tahun terakhir, seperti Sondors, Energica, Cake, Damon Motorcycles, Alta Motors, Brammo, hingga Fuell yang dibentuk Erik Buell.
Penurunan Kinerja Keuangan LiveWire
LiveWire awalnya beroperasi sebagai divisi di dalam Harley-Davidson sebelum meluncurkan model pertamanya pada 2019 dengan harga awal 29.799 dolar Amerika Serikat. Harga tersebut kemudian diturunkan menjadi 21.999 dolar Amerika Serikat pada 2021 sebelum akhirnya resmi berpisah menjadi perusahaan independen pada akhir 2022.
Volume penjualan LiveWire jauh dari proyeksi awal yang sempat menargetkan puluhan hingga ratusan ribu unit, dengan catatan penjualan sebanyak 461 unit pada 2021, 597 unit pada 2022, 660 unit pada 2023, 612 unit pada 2024, serta 653 unit pada 2025. Kondisi ini memicu kerugian operasional setiap tahun, mulai dari 85 juta dolar Amerika Serikat pada 2022, 116 juta dolar Amerika Serikat pada 2023, 93,9 juta dolar Amerika Serikat pada 2024, hingga 75,1 juta dolar Amerika Serikat pada 2025.
Pergantian Pimpinan dan Restrukturisasi Perusahaan
Berdasarkan laporan Form 8-K yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) dan dikutip oleh The Autopian, Chief Executive Officer Karim Donnez mengundurkan diri pada Oktober setelah harga saham perusahaan merosot 62 persen sejak awal tahun. Komite restrukturisasi khusus kemudian menunjuk Roy Gallagher dari Ankura Consulting Group sebagai chief restructuring officer dengan bayaran 140.000 dolar Amerika Serikat per bulan.
Perusahaan mencatat penjualan sebanyak 358 unit pada paruh pertama tahun ini ditambah 241 unit pada kuartal ketiga, dengan kerugian kuartalan mencapai 18,6 juta dolar Amerika Serikat. LiveWire resmi mencabut proyeksi kerugian operasional tahun penuh 2026 antara 70 hingga 80 juta dolar Amerika Serikat akibat proses evaluasi dan negosiasi yang sedang berlangsung.
Kelangsungan Usaha yang Diragukan
Dalam laporan finansial tertanggal 30 September 2026, manajemen menyatakan bahwa kerugian berulang, arus kas operasi negatif, keterbatasan likuiditas, serta kebutuhan pendanaan masa depan menimbulkan keraguan besar terhadap kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya dalam kurun waktu satu tahun. CEO Harley-Davidson Artie Starrs juga menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat mendanai kerugian operasional tim tersebut ke depannya.
Portofolio produk LiveWire kini mencakup model S4 Honchos seharga 4.900 dolar Amerika Serikat dan lini motor trail listrik menyusul akuisisi Dust Moto. Nilai pasar perusahaan kini berada di angka 193,09 juta dolar Amerika Serikat setelah harga sahamnya turun 42 persen pasca-pengumuman tersebut.
Sumber: The Autopian








