EP Manufacturing Berhad (EPMB) mengumumkan peningkatan kapasitas produksi pabriknya di Pegoh, Melaka, hingga melebihi 30.000 unit kendaraan per tahun dalam satu shift yang diperpanjang. Seperti dilaporkan Paul Tan’s Automotive News, pengumuman tersebut disampaikan di sela-sela upacara peresmian lini produksi untuk model GWM Wey G9 HEV dan Ora 5 HEV.
Peningkatan Efisiensi dan Fasilitas Perakitan
Executive Chairman EPMB, Hamidon Abdullah, menjelaskan bahwa penambahan stasiun perakitan dan perangkat lunak manufaktur membuat lini Lot 210 kini mampu merakit 10 mobil per jam dari yang sebelumnya hanya empat mobil per jam. Peningkatan ini menyamai kapasitas produksi pada lini Lot 209.
Di area Lot 212, EPMB mendirikan bangunan baru yang dilengkapi peralatan untuk mempercepat kalibrasi ADAS. Perusahaan juga menambah lini pemeriksaan pra-penyerahan (*pre-delivery inspection* atau PDI) serta dua stan perbaikan cat (*touch-up paint booth*), sehingga totalnya menjadi tiga stan.
Untuk mendukung operasional, EPMB memasang stasiun pengisian daya berkapasitas 480 kW guna melayani pengisian cepat kendaraan listrik yang dirakit di fasilitas tersebut. Perusahaan juga membeli lahan seluas 18 akres di area sekitar untuk area penyimpanan kendaraan jadi dan pergudangan logistik, seraya meningkatkan konektivitas internet untuk mendukung sistem manufaktur berbasis *cloud*.
Fasilitas Pengecatan Baru Beroperasi 2027
Terkait proyek fasilitas pengecatan (*paint shop*) senilai RM200 juta yang diumumkan pada Juni lalu, Hamidon menyatakan bahwa fasilitas baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Agustus 2027. Fasilitas ini dirancang untuk menangani hingga 50.000 set kendaraan per tahun guna memenuhi aturan Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI) Malaysia mengenai peningkatan tingkat lokalisasi.
Pembangunan struktur bangunan dijadwalkan mulai pada Januari 2027, diikuti dengan pemasangan peralatan hingga Mei 2027 sebelum tahap pengujian dan komisioning. Personel pengecatan EPMB dijadwalkan mulai menjalani pelatihan di Tiongkok pada bulan depan.
Fasilitas pengecatan tersebut akan mengadopsi teknologi pelapis berbasis air, proses 3C2B (*three coats, two bake cycles*), sistem *1PH* dan *2K clear-coat*, serta sistem *regenerative thermal oxidation* untuk pengolahan emisi.
Hamidon menambahkan bahwa penambahan fasilitas pengecatan bodi secara mandiri ini diharapkan dapat meningkatkan perhitungan nilai lokalisasi, memberi nilai tambah, dan memperkuat ekosistem perakitan otomotif di Melaka. Tahap selanjutnya adalah membangun pusat terpadu untuk perakitan, pengecatan, dan lokalisasi komponen guna mewujudkan koridor otomotif di Melaka.
Sumber: Paul Tan's Automotive News








