Rencana Audi membangun pabrik perakitan senilai 4 miliar dolar AS di Georgia, Amerika Serikat, dikabarkan berkaitan dengan kesepakatan pemangkasan tarif impor kendaraan. Keringanan ini akan menekan beban biaya impor mobil pabrikan asal Jerman tersebut dari Eropa selama proses pembangunan pabrik berlangsung.
Potensi Pemotongan Tarif Impor
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan membahas program insentif tarif bagi produsen otomotif yang berkomitmen melakukan produksi berskala besar di AS. Audi berupaya mengurangi beban tarif masuk kendaraan dari Uni Eropa di tengah kebijakan tarif impor otomotif sebesar 25 persen yang diterapkan AS.
Seperti dilaporkan Reuters, Audi saat ini menanggung tarif impor sebesar 15 persen untuk kendaraan yang didatangkan dari Uni Eropa. Audi mendorong penurunan tarif menjadi 7,5 persen, sementara pejabat Departemen Perdagangan AS dikabarkan sedang mempertimbangkan angka mendekati 10 persen.
Keringanan tarif tersebut menjadi krusial karena Audi masih akan mengimpor sejumlah model buatan Slovakia, seperti Q7 dan Q8 yang dirakit di Bratislava, sebelum fasilitas di Georgia resmi beroperasi. Penurunan tarif di masa transisi ini dinilai dapat memperkecil beban biaya impor perusahaan.
Rencana Pembangunan Pabrik di Georgia
Pabrik baru Audi direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1.500 acre di Middle Georgia Megasite, Fort Valley, Peach County. Proses perataan tanah dijadwalkan mulai pada 2027, diikuti konstruksi bangunan pada 2028, dan target penyerahan unit produksi dimulai pada awal 2030-an.
Fasilitas manufaktur ini diproyeksikan menyerap sekitar 4.500 tenaga kerja dan mampu memproduksi hingga 200.000 unit kendaraan per tahun saat mencapai kapasitas penuh sekitar tahun 2031.
Kendati demikian, investasi senilai 4 miliar dolar AS tersebut belum sepenuhnya rampung. Dewan pengawas Volkswagen yang beranggotakan 20 orang belum memberikan persetujuan resmi, sehingga jadwal konstruksi maupun potensi keringanan tarif masih bersifat sementara.
Langkah Audi di AS ini berbeda dari Porsche, merek lain di bawah naungan Volkswagen Group, yang secara terbuka menolak membangun pabrik di negara tersebut. Di saat yang sama, pabrik utama Audi di Neckarsulm, Jerman, sedang menghadapi tekanan restrukturisasi dan efisiensi biaya. Selain proyek di Georgia, Audi juga menyiapkan rencana produksi model berbasis Scout di South Carolina untuk memperluas jangkauan manufakturnya di AS.
Sumber: Motor1.com - News








