Daftar Isi
Produsen komponen otomotif Jay Bharat Maruti Limited (JBML) melaporkan kenaikan laba bersih mandiri secara tahun ke tahun sebesar 72,6 persen menjadi Rp31,12 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 2027, naik dari Rp31,12 crore dari periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan tingkat pertama yang merupakan bagian dari JBM Group ini didorong oleh pertumbuhan volume permintaan yang tinggi di seluruh operasi inti mereka.
Kinerja Keuangan dan Pendapatan
Secara berurutan, laba bersih mandiri mengalami pertumbuhan sebesar 46,8 persen dibandingkan dengan perolehan pada kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang berada di angka Rp21,20 crore. Perluasan laba ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat di seluruh lini operasi manufaktur komponen otomotif yang mampu mengimbangi kenaikan beban bahan baku.
Pendapatan mandiri dari operasi pada kuartal kedua tahun fiskal 2027 mengalami ekspansi sebesar 41,3 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp823.42 crore jika dibandingkan dengan Rp582.65 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 2026. Angka tersebut juga menunjukkan peningkatan sebesar 31,4 persen secara berurutan dari Rp626.79 crore pada kuartal sebelumnya.
Lonjakan Biaya dan Kinerja Konsolidasian
Total biaya mandiri tercatat naik 41,7 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp787.08 crore dari Rp555.35 crore pada kuartal yang sama tahun lalu, serta meningkat 31,5 persen secara berurutan dari Rp598.61 crore. Peningkatan pengeluaran tersebut utamanya dipicu oleh biaya bahan baku yang melonjak 50,1 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp646.51 crore dari Rp430.77 crore.
Sementara itu, pada basis konsolidasian, laba bersih perusahaan untuk kuartal tersebut meningkat 73,7 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp32.01 crore dari Rp18.43 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 2026, dengan pendapatan konsolidasian dari operasi tercatat sebesar Rp823.42 crore.
Catatan Auditor dan Perubahan Kepemimpinan
Catatan dari auditor menyoroti bahwa perusahaan telah memilih rezim pajak konsesional di bawah Pasal 115BAA yang berlaku efektif sejak 1 April 2026. Kebijakan tersebut menurunkan tarif pajak yang berlaku dari 34,94 persen menjadi 25,17 persen dan menghasilkan penyesuaian pajak tangguhan sebesar Rp36.79 crore yang diakui pada kuartal keempat tahun fiskal 2026.
Seiring dengan pemaparan kinerja keuangan tersebut, perusahaan mengumumkan bahwa Mayank Varma telah ditetapkan kembali sebagai Chief Executive Officer untuk memimpin divisi perkakas maupun divisi komponen otomotif.






