Daftar Isi
Industri otomotif nasional kedatangan pemain baru di segmen kendaraan komersial melalui merek Forland. Merek kendaraan niaga global ini resmi masuk ke Indonesia lewat PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS), perusahaan yang merupakan bagian dari MAS Group.
Peluncuran dan Potensi Pasar Logistik Indonesia
Forland memperkenalkan beragam produk berbasis listrik untuk mendukung transportasi, distribusi, tambang, hingga perkebunan nasional pada Selasa (3/11/2026) di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Slogan The Unseen Giant diusung untuk memperkenalkan kapabilitas manufaktur global kepada pelaku usaha di Indonesia.
Pasar kendaraan komersial Indonesia dinilai memiliki potensi besar seiring pertumbuhan industri logistik, perdagangan digital, dan distribusi barang. Berdasarkan data perusahaan, nilai pasar logistik nasional diperkirakan mencapai Rp5.800 triliun dengan pertumbuhan 10 hingga 12 persen per tahun, sementara sektor logistik e-commerce diproyeksikan mencapai 5,7 miliar dolar AS pada 2026.
Di tengah peluang tersebut, penetrasi kendaraan listrik komersial masih berada di bawah 1 persen, berbeda dengan kendaraan penumpang yang telah mencapai sekitar 20 persen. Jin Hong Lin selaku Presiden Direktur TUS menyatakan bahwa langkah ini merupakan kesempatan untuk membangun pasar kendaraan niaga listrik sejak awal.
Sebagai produsen yang berdiri sejak 1999 dan berkantor pusat di China, Forland berada di bawah naungan BAIC Group dengan kapasitas produksi mencapai 7 juta unit serta jaringan distribusi di lebih dari 50 negara. Dong YongSheng selaku CEO Forland International menilai Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan pasar yang dinamis di Asia Tenggara.
Deretan Produk Kendaraan Listrik Forland
Forland menerapkan pendekatan application-driven dengan menghadirkan kendaraan yang disesuaikan berdasarkan jenis pekerjaan dan karakteristik penggunaan. Platform ET5 hadir dalam konfigurasi pikap, box, box aluminium, cold chain untuk rantai dingin, serta angkutan kota.
Untuk pekerjaan yang lebih berat, perusahaan menghadirkan platform EL5e dalam bentuk electric dump truck dan arm roll truck guna mendukung aktivitas konstruksi dan pengelolaan limbah. Selain itu, Forland turut memperkenalkan Blind Van U7 dan U9 yang ditujukan untuk pengiriman perkotaan dan last-mile delivery.
Ekosistem Energi dan Layanan Purnajual
Untuk mengatasi tantangan kesiapan infrastruktur pengisian daya, TUS berencana menghadirkan ekosistem energi terintegrasi lewat sejumlah kemitraan strategis. Perusahaan bekerja sama dengan StarCharge untuk infrastruktur pengisian daya, CRRC untuk teknologi Battery Energy Storage System (BESS), serta mengintegrasikan solusi energi tenaga surya.
Dalam hal layanan purnajual, TUS mengandalkan pengalaman MAS Group selama lebih dari 25 tahun di industri otomotif nasional untuk mendukung penyediaan teknis dan suku cadang. Jin Hong Lin menegaskan bahwa keandalan dan layanan purnajual merupakan bagian penting dari solusi mobilitas listrik bagi pelaku usaha.
Sumber: Carmudi Indonesia







