Auto News

Alasan Konsumen Indonesia Beli Mobil Hybrid Versi MG

Alasan Konsumen Indonesia Beli Mobil Hybrid Versi MG

Survei terbaru yang dilakukan oleh MG Motor Indonesia mengungkapkan bahwa alasan konsumen memilih kendaraan berteknologi hybrid tidak hanya terbatas pada efisiensi Bahan Bakar Minyak saja. Berdasarkan data dari pemesan MG ZS Hybrid+, pembeli juga mempertimbangkan biaya operasional hingga performa kendaraan, bahkan sebagian di antaranya belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni.

Pertimbangan Utama Konsumen Hybrid

Head of Product MG Motor Indonesia, Eko Fachruroji, menjelaskan bahwa efisiensi bahan bakar menempati posisi tertinggi sebagai pertimbangan responden. Sebanyak 76,7 persen konsumen menginginkan teknologi tersebut demi menghemat konsumsi BBM, sementara 50 persen responden berharap dapat menekan biaya operasional kendaraan sehari-hari.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 40 persen responden mengaku belum ingin beralih sepenuhnya ke Battery Electric Vehicle karena belum sepenuhnya percaya diri dengan kebiasaan pengisian daya baterai. Dari sisi performa, sebanyak 53,3 persen responden mengutamakan keseimbangan antara efisiensi dan performa, 30 persen mengutamakan efisiensi maksimal dengan performa memadai, dan 13,3 persen memprioritaskan performa lebih kuat.

“Jadi yang highlight-nya adalah kenapa mereka memilih MG ZS hybrid+? Karena balance antara efisiensi dan juga performa versus efisiensi saja atau performa saja,” ucap Eko seperti dilaporkan Carmudi Indonesia.

Pemesanan dan Produksi Lokal MG ZS Hybrid+

Head of Marketing MG Motor Indonesia, Harry Kurniawan, menyatakan bahwa Sport Utility Vehicle hybrid tersebut telah mengantongi sekitar 400 Surat Pemesanan Kendaraan. Model yang diluncurkan pada akhir Juli di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026 ini hadir dalam dua varian, yakni Ignite dan Magnify.

Kedua varian tersebut ditawarkan dengan harga spesial, yakni Rp299,9 juta untuk varian Ignite dan Rp329,9 juta on the road Jakarta untuk varian Magnify yang menjadi paling diminati. Respons positif juga datang dari berbagai daerah seperti Medan, Bali, Manado, Makassar, hingga Pontianak, dengan estimasi waktu pengiriman unit berkisar satu hingga dua bulan.

Kendaraan ini sudah dirakit secara lokal dengan skema Completely Knocked Down di fasilitas SGMW yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Eko menambahkan bahwa fokus kendaraan hybrid terletak pada status perakitan lokal dan tenaga kerja, bukan pada besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri yang persentasenya biasanya disyaratkan untuk kendaraan listrik murni.

Dapur pacu MG ZS Hybrid+ mengandalkan kombinasi mesin hybrid 1,5 liter, motor listrik berdaya tinggi, serta transmisi khusus 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission yang menghasilkan tenaga maksimal 214 ps. Pabrikan mengklaim kendaraan ini mampu mencapai efisiensi hingga 27,7 km/L serta didukung fitur keselamatan berupa 15 fungsi Advanced Driver Assistance Systems dan tujuh kantung udara.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *