Dorna Sports melayangkan ancaman sanksi menyusul keputusan Yamaha untuk mundur dari seri MotoGP Qatar. Promotor MotoGP tersebut menyatakan kekecewaannya atas tindakan pabrikan asal Jepang itu yang memilih memboikot balapan.
Pernyataan Resmi Dorna
Menurut Dorna seperti dilaporkan Iwanbanaran, MotoGP tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan Yamaha yang tidak berpartisipasi di Grand Prix Qatar. Dorna mengakui bahwa Yamaha terikat kebijakan korporat yang membatasi perjalanan ke Timur Tengah, namun menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak mencerminkan jaminan yang sudah diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan kejuaraan.
Dorna menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan konsultasi dengan Negara Qatar, Sirkuit Internasional Lusail, penasihat keselamatan independen, hingga proses penilaian risiko internal MotoGP. Dari proses tersebut, mereka tidak menemukan informasi yang membenarkan adanya perubahan rencana.
Pihak penyelenggara juga mengomunikasikan posisi tersebut beserta informasi terbaru kepada seluruh pabrikan dan tim. Dorna menyambut konfirmasi dari sisa grid yang dipastikan tetap berlaga di Qatar dan menyampaikan terima kasih atas komitmen tersebut.
Ancaman Konsekuensi Kontraktual dan Sportif
Dorna menyebutkan bahwa keputusan Yamaha membawa konsekuensi kontraktual dalam perjanjian mereka dengan MotoGP dan IRTA. Selain itu, terdapat pula implikasi sportif yang penanganannya akan diserahkan kepada FIM sesuai regulasi kejuaraan.
Berdasarkan kabar yang beredar, MotoGP mengancam sanksi bagi pembalap dan tim yang absen di Qatar termasuk larangan balapan di Portugal dan Valencia. Kendati demikian, hingga saat ini FIM selaku badan pengatur belum memberikan komentar resmi terkait potensi sanksi tersebut.
Situasi di paddock kian pelik karena Honda berpotensi menyusul langkah Yamaha mengingat kebijakan perjalanan korporat mereka sebagai sesama pabrikan Jepang. Di sisi lain, sebanyak 19 pembalap telah mengirimkan surat bersama ke MotoGP untuk menolak balapan di Qatar, sementara para pembalap seperti Marc Marquez dan Pedro Acosta dikabarkan bakal tiba di Qatar pada kesempatan terakhir sebagai tindakan pencegahan.
Sumber: Iwanbanaran







