Ekonomi Global

Pangsa Pasar Mobil Listrik Jerman Capai Rekor 37 Persen

Pangsa Pasar Mobil Listrik Jerman Capai Rekor 37 Persen
Daftar Isi
  1. Pertumbuhan Pasar dan Penurunan Mobil Konvensional
  2. Lampaui Proyeksi Industri dan Efek Subsidi
  3. Persaingan Merek dan Tantangan Produsen Lokal

Kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mencatatkan rekor pangsa pasar sebesar 37 persen di Jerman pada Oktober. Berdasarkan data yang dirilis otoritas kendaraan bermotor federal Jerman, Kraftfahrt-Bundesamt (KBA), pencapaian ini setara dengan 94.086 unit mobil BEV atau melonjak 79,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Pasar dan Penurunan Mobil Konvensional

Untuk bulan kedua secara berturut-turut, pembeli di Jerman mencatatkan registrasi mobil listrik penuh yang jumlahnya melampaui gabungan mobil berbahan bakar bensin dan diesel. Total registrasi kendaraan baru secara keseluruhan hanya tumbuh tipis sebesar 1,7 persen menjadi 254.492 unit pada Oktober, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik murni menggerus pangsa pasar mobil pembakaran internal.

Registrasi mobil bensin merosot tajam sebesar 40,5 persen menjadi 38.516 unit atau menguasai 15,1 persen pangsa pasar. Sementara itu, mobil diesel mengalami penurunan sebesar 21,6 persen menjadi 23.882 unit dengan porsi 9,4 persen. Jika ditotal, mobil pembakaran murni hanya mencakup 24,5 persen dari registrasi baru, tertinggal 12,5 poin di bawah kendaraan listrik murni.

Di sisi lain, mobil hibrida plug-in mengalami penurunan 7,9 persen menjadi 28.499 unit atau sebesar 11,2 persen. Secara keseluruhan, kendaraan plug-in menyumbang sekitar 48 persen dari pasar Jerman pada bulan tersebut, sementara emisi karbon dioksida rata-rata dari mobil baru turun 21,1 persen secara tahunan menjadi 79,4 gram per kilometer.

Kendaraan listrik murni sebelumnya pertama kali menjadi jenis penggerak paling populer di Jerman pada Juni dengan pangsa 28,4 persen. Angka tersebut terus merangkak naik setiap bulannya, yakni 32,4 persen pada Agustus, 34,5 persen pada September, dan mencapai 37 persen pada Oktober.

Lampaui Proyeksi Industri dan Efek Subsidi

Sepanjang sepuluh bulan pertama tahun ini, Jerman telah mencatatkan 698.230 registrasi kendaraan listrik murni, yang menunjukkan peningkatan sebesar 60,7 persen dari tahun ke tahun. Angka tersebut mencakup sekitar 28,2 persen dari total 2.476.290 mobil baru yang didaftarkan sepanjang tahun 2026, naik dari sekitar 19 persen untuk keseluruhan tahun 2025.

Asosiasi industri otomotif Jerman, VDA, sebelumnya memperkirakan hanya akan ada sekitar 693.000 registrasi kendaraan listrik murni untuk sepanjang tahun 2026 pada Desember lalu. Jerman bahkan telah melampaui target tersebut pada Oktober, dan dengan laju saat ini diproyeksikan mencapai sekitar 875.000 unit pada akhir tahun.

Pendorong utama lonjakan ini adalah insentif kendaraan listrik baru di Jerman yang berlaku surut untuk kendaraan yang didaftarkan sejak 1 Januari. Program tersebut memberikan subsidi sebesar 3.000 euro untuk pembelian atau penyewaan BEV baru, serta hingga 6.000 euro bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dengan anak-anak. Program ini menyasar pembeli pribadi, di mana registrasi pribadi meningkat 20,6 persen pada Oktober sementara pendaftaran komersial turun 8,2 persen.

Persaingan Merek dan Tantangan Produsen Lokal

Dalam persaingan merek, BYD kini berada sedikit di depan Tesla dalam total pencapaian tahun berjalan dengan 47.961 registrasi atau naik 216,1 persen, dibandingkan Tesla yang mencatatkan 47.742 registrasi atau naik 206,1 persen. Merek-merek Tiongkok lainnya seperti Leapmotor, Xpeng, dan MG milik SAIC juga mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan di pasar Jerman.

Kendati demikian, Volkswagen Group masih memimpin puncak tangga penjualan kendaraan listrik melalui model seperti Skoda Elroq dan VW ID.3. Namun, pertumbuhan kendaraan listrik ini terjadi di tengah salah satu tahun terburuk dalam sejarah industri otomotif Jerman akibat penurunan penjualan di Tiongkok, margin kendaraan listrik yang tipis, serta tekanan biaya yang memaksa perusahaan melakukan restrukturisasi besar-besaran.

Seperti dilaporkan Electrek, lonjakan pangsa pasar ini membuktikan bahwa konsumen akan beralih dengan cepat apabila diberikan akses terhadap kendaraan listrik yang terjangkau. Jerman dinilai berhasil menunjukkan efektivitas kebijakan insentif yang tepat sasaran, kontras dengan wilayah Amerika Utara yang mengalami penurunan penjualan akibat pencabutan kredit pajak federal.

Sumber: Electrek

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *