Auto Niaga

Produsen Truk Eropa Hadapi Tekanan Pasar Domestik

Produsen Truk Eropa Hadapi Tekanan Pasar Domestik

Produsen kendaraan komersial di Eropa kini menghadapi tekanan kompetisi yang semakin ketat dari perusahaan-perusahaan baru asal China dan wilayah lainnya. Menurut Johanna Braun dari organisasi lingkungan Transport & Environment (T&E) dalam wawancara dengan electrive.com, para pendatang baru tersebut menekan industri mapan bukan melalui teknologi yang lebih unggul, melainkan lewat penawaran harga yang lebih murah.

Persaingan Biaya dan Skala Produksi

Dalam pameran IAA Transportation di Hanover, para produsen tradisional Eropa memamerkan truk listrik terbaru mereka bersamaan dengan kehadiran sejumlah pemasok baru dari Asia. Berdasarkan studi yang dilakukan T&E, kendaraan listrik dari para pendatang baru tersebut memiliki kualitas teknologi yang sebagian besar setara dengan buatan Eropa. Namun, perbedaan krusial terletak pada komponen biaya operasional dan pembelian selama kurun waktu lima tahun yang sepuluh persen lebih murah, seperti dilaporkan electrive.com.

Kondisi ini dipicu oleh faktor skala ekonomi, khususnya dari pabrikan China yang telah memproduksi volume besar di pasar domestik mereka. Selain itu, perbedaan strategi produksi turut memengaruhi di mana pabrikan Eropa terbiasa merancang kendaraan secara khusus sesuai pesanan, sedangkan pemasok baru mengandalkan model standar dengan produksi massal yang efisien. Studi T&E mencatat target pangsa pasar para pendatang baru di Eropa mencapai hingga 25 persen, yang mencerminkan ambisi produsen meskipun belum menjadi angka pasti.

Meski perusahaan mapan memiliki jaringan penjualan serta layanan yang kuat, Braun mengingatkan bahwa keunggulan tersebut akan semakin menyusut. Terkait tuntutan pelonggaran batas emisi armada CO2 kendaraan berat Uni Eropa oleh produsen komersial, Braun menilai langkah tersebut sebagai strategi yang keliru. Industri disebut telah mengerahkan upaya pengembangan yang signifikan sehingga fokus saat ini seharusnya diarahkan pada peningkatan volume penjualan kendaraan listrik ke pasar.

Infrastruktur Pengisian Daya dan Kepastian Regulasi

Braun menilai pelonggaran aturan justru berisiko menurunkan tekanan bagi produsen mapan untuk memasarkan kendaraan listrik secara cepat, sekaligus berpotensi memperlambat perluasan infrastruktur pengisian daya. Kendati investasi awal pabrikan Eropa sudah besar, hambatan utama saat ini terletak pada tingginya biaya pembelian yang membebani perusahaan logistik di tengah ketidakpastian regulasi politik.

Terkait fasilitas pengisian daya, Braun menyatakan bahwa jaringan infrastruktur saat ini sudah memadai untuk armada yang ada, sebab 70 hingga 80 persen kendaraan mengisi daya di depo perusahaan. Kemajuan teknologi kendaraan yang menawarkan jarak tempuh 650 hingga 700 kilometer turut mengurangi ketergantungan terhadap stasiun pengisian cepat publik untuk sebagian besar operasional transportasi berat. Di sisi lain, tingginya harga bahan bakar diesel membuat elektrifikasi semakin menarik bagi perusahaan secara ekonomi.

Transformasi industri ini hanya dapat berjalan lancar apabila didukung oleh kerangka regulasi yang dapat diandalkan tanpa ada perdebatan berkepanjangan mengenai pengecualian aturan. Industri membutuhkan kejelasan arah kebijakan guna membangun kepercayaan di kalangan pelaku usaha agar tidak terjadi keraguan lebih lanjut dalam berinvestasi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *