MG Motor Indonesia memaparkan sejumlah keunggulan teknologi dan performa dari kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) terbarunya, MG ZS Hybrid+. Berdasarkan pemaparan dalam acara Media Drive di Yogyakarta pada Rabu (4/11/2026), mobil ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang responsif sekaligus efisien melalui tiga aspek utama, yakni performa, efisiensi, dan kenyamanan kabin.
Performa Responsif dan Efisiensi Bahan Bakar
Head of Product MG Motor Indonesia, Eko Fachruroji, menjelaskan bahwa kendaraan ini memiliki keunggulan pada sektor performa yang mencakup akselerasi serta kemampuan menanjak. Dalam hasil pengujian jalan raya yang dipaparkan, MG ZS Hybrid+ mencatatkan waktu akselerasi 0-100 kilometer per jam dalam waktu 7,5 detik. Angka tersebut lebih cepat dibandingkan dua model kompetitor yang masing-masing mencatatkan 10,89 detik dan 11,84 detik.
Selain itu, ketika diuji pada tanjakan dengan kemiringan 23 derajat, kendaraan ini mampu melaju dengan catatan waktu 11,62 detik, mengungguli dua kompetitor lainnya yang membutuhkan waktu 12,12 detik dan 11,87 detik. Dari sisi efisiensi bahan bakar, hasil pengujian internal menunjukkan konsumsi BBM mobil ini mencapai 27,7 kilometer per liter di jalan tol dan 22,2 kilometer per liter untuk penggunaan perkotaan.
Aspek kenyamanan juga menjadi sorotan berkat ukuran kabin yang lapang. Data pengujian menunjukkan ruang kepala baris depan mencapai 14,7 sentimeter dan bagian belakang 14,0 sentimeter, yang diklaim lebih lega dibandingkan sejumlah kompetitor di kelasnya.
Teknologi Hybrid+ dan Delapan Mode Penggerak
Fondasi teknologi Hybrid+ pada kendaraan ini ditopang oleh dua komponen utama, yakni Strong Muscle dan Smart Brain. Strong Muscle mencakup mesin 1.5L Dedicated Hybrid Engine dengan efisiensi termal 41 persen, motor listrik dengan efisiensi 97,3 persen, transmisi 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (DHT) berefisiensi mekanis 96,7 persen, serta baterai berkapasitas 1,83 kWh.
Sementara itu, komponen Smart Brain menggunakan Intelligent Hybrid Control System untuk menganalisis kebutuhan berkendara secara terus-menerus. Sistem tersebut mengatur delapan mode tenaga penggerak yang bekerja secara otomatis, meliputi Pure Electric pada kecepatan 0-50 kilometer per jam, Series pada 50-80 kilometer per jam, Series + Charge, Direct Engine pada 80-100 kilometer per jam, Parallel pada 100-120 kilometer per jam, Drive & Charge, Regen untuk memanfaatkan energi kinetik saat melambat, serta Idling Charge saat kendaraan berhenti.
Sumber: Carmudi Indonesia







