Penjualan kendaraan listrik pertama produksi Ferrari, yaitu Ferrari Luce, mencatatkan awal yang sangat kuat dengan buku pesanan yang kini telah penuh hingga akhir tahun 2027. Informasi tersebut disampaikan oleh pihak produsen mobil mewah asal Italia tersebut dalam panggilan pendapatan baru-baru ini, seperti dilaporkan oleh *InsideEVs*.
Pencapaian Penjualan dan Target
Kabar mengenai larisnya mobil listrik seharga 560.800 dolar Amerika Serikat ini muncul setelah pengumuman pada bulan Juli lalu, di mana kendaraan tersebut telah mencapai target penjualan tahun 2026 hanya dalam kurun waktu beberapa bulan setelah mulai dipasarkan. CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menyatakan dalam panggilan pendapatan bahwa alokasi untuk tahun depan sudah habis terjual.
“The Luce that we plan to sell next year basically are all allocated,” ujar Benedetto Vigna, seperti dikutip dari *InsideEVs*, sembari menambahkan bahwa para pelanggan yang melakukan pemesanan sekarang harus menunggu selama setahun untuk pengambilan unit. Pihak Ferrari sendiri belum mengungkapkan jumlah total unit Luce yang direncanakan untuk dijual maupun rincian pesanan berdasarkan wilayah.
Strategi dan Respons Pasar
Berdasarkan informasi dari dua sumber anonim kepada *Financial Times*, pabrikan mobil tersebut berencana menjual hampir 500 unit kendaraan listrik rancangan Jony Ive ini pada tahun pertama. Dalam jangka panjang, Ferrari menargetkan penjualan sekitar 2.500 unit Luce hingga tahun 2030 atau rata-rata sekitar 600 unit per tahun, meskipun angka peningkatan pasti belum dipublikasikan.
Ketika pertama kali diluncurkan, kendaraan ini sempat mendapat kritik dari publik terkait desain, bentuk sedan, serta statusnya sebagai mobil listrik. Kendati demikian, Ferrari tetap teguh mempertahankan Luce untuk memamerkan teknologi baru sekaligus menjangkau generasi pembeli kaya berikutnya di Tiongkok dan kawasan teknologi seperti Lembah Silicon, dengan target para pengguna kendaraan listrik yang menginginkan tingkat kemewahan lebih tinggi.
Penolakan juga datang dari kalangan yang memiliki hubungan dekat dengan perusahaan, termasuk mantan CEO lama Ferrari, Luca di Montezemolo. Ia sempat mengungkapkan kepada para wartawan bahwa jika ia menyampaikan pendapat aslinya mengenai Luce, hal itu justru merugikan Ferrari dan berisiko merusak legenda merek tersebut, bahkan menyarankan agar lambang kuda jingkrak dilepas dari mobil tersebut.






