Laporan Q3 Auto Finance Digital Transformation Index dari Wolters Kluwer Compliance Solutions menunjukkan adopsi digital eContracting di sektor pembiayaan otomotif meningkat 61 persen dalam kurun waktu empat tahun sejak kuartal ketiga 2022. Seperti dilaporkan Auto Remarketing, tingkat adopsi ini juga mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 3,8 persen.
Tren Adopsi dan Pasar Pembiayaan
Meskipun tingkat adopsi digital pada kuartal ketiga sedikit turun 0,8 persen dibandingkan kuartal kedua, angkanya tetap tumbuh 3,8 persen secara tahunan. Aktivitas digital terpantau berjalan seirama dengan kondisi pasar mobil baru yang tidak mengalami percepatan maupun penurunan drastis, sehingga volume eContracting bergerak stabil tanpa pergeseran tajam.
Wolters Kluwer menyoroti bahwa pembuat kontrak secara digital kini telah menjadi standar utama dalam pasar pembiayaan otomotif, alih-alih sekadar fungsi yang bergantung pada momentum penjualan. Di sisi lain, transaksi sekuritisasi digital mencatatkan kenaikan 15,4 persen dari kuartal kedua ke kuartal ketiga, serta melonjak 46,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut menjadikan kuartal ketiga sebagai periode terkuat untuk sekuritisasi digital sejak kuartal pertama 2025.
Selama sembilan bulan pertama tahun 2026, volume sekuritisasi digital tercatat 26,5 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Analis menilai kenaikan pada kuartal ketiga ini merupakan bagian dari ekspansi pasar yang lebih luas dan bukan pergerakan kuartalan yang terisolasi.
Perkembangan Pasar Modal dan Verifikasi Aset
Laporan tersebut juga mencatat pencapaian baru dari serikat kredit (credit union), yang untuk pertama kalinya merekam aktivitas penerbitan ulang (reissuance) aset digital. Sementara itu, permintaan di pasar modal tetap stabil dengan penerbitan efek beragun aset (ABS) otomotif bertahan di kisaran 44 miliar dolar AS setiap kuartal. Data Finsight menunjukkan penerbitan ABS berada di angka sekitar 43,4 miliar dolar AS pada kuartal pertama, 44,4 miliar dolar AS pada kuartal kedua, dan 44,1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga.
Peningkatan volume sekuritisasi digital yang terjadi di tengah stabilnya total penerbitan menandakan bahwa strategi pendanaan, permintaan investor, serta penentuan waktu transaksi turut membentuk aktivitas pasar di samping penjualan kendaraan dan penyaluran kredit. Seiring bertambahnya agunan berbentuk digital, para pihak penjamin kini berfokus pada verifikasi data guna memastikan agunan tersebut otentik, tercatat sebagai rekor unik, dan tidak dijaminkan di tempat lain. Wolters Kluwer saat ini bekerja sama dengan lembaga pemberi pinjaman dan pihak penjamin untuk membuat aset elektronik dapat diverifikasi.
“Q3 tells two stories that point in the same direction,” kata Matthew Babcock, yang mengawasi strategi produk pinjaman digital di Wolters Kluwer.
Babcock menjelaskan bahwa stabilitas volume eContracting di tengah pasar otomotif yang stabil menunjukkan bahwa penandatanganan kontrak digital telah menjadi bagian tetap dari alur kerja lembaga pembiayaan. Selain itu, keterlibatan serikat kredit yang berulang kali membawa agunan terdigitasi ke pasar membuktikan bahwa aset elektronik kini memegang porsi lebih besar dalam strategi pendanaan. Ia menambahkan, mitra pendanaan akan semakin menuntut bukti bahwa agunan digital itu otentik dan unik, sehingga lembaga pembiayaan yang mampu membuktikannya dapat menyalurkan dana dengan tingkat kepercayaan lebih tinggi dan hambatan yang lebih sedikit.
Sumber: Auto Remarketing







