Produksi sedan mewah utama pabrikan otomotif Jerman, Audi A8, dipastikan segera berakhir setelah melintas selama 32 tahun dan melalui lima generasi. Penghentian pemesanan kendaraan ini telah dimulai di Jerman sejak Januari 2026, sebelum lini produksinya ditutup sepenuhnya pada akhir tahun.
Perjalanan Sejarah Lima Generasi Audi A8
Sebelum nama A8 resmi digunakan, Audi meluncurkan V8 Quattro berbasis platform D1 pada 1988 hingga 1993 di pabrik Neckarsulm. Model tersebut menjadi kendaraan pertama Audi yang dibekali transmisi otomatis, sistem penggerak empat roda permanen, serta mesin V8 berkapasitas 3,6 liter atau 4,2 liter.
Generasi pertama A8 berkode D2 resmi meluncur pada 1994 dengan memanfaatkan struktur bodi aluminium ringan Audi Space Frame yang dikembangkan bersama ALCOA melalui investasi senilai 700 juta dolar AS. Generasi ini menawarkan varian mesin V6, V8, hingga W12, serta memunculkan varian sporty S8 yang populer lewat film aksi Ronin. Seperti dilaporkan TheTruthAboutCars, ketangguhan D2 A8L bermesin 4,2 liter V8 terbukti dari daya tahannya yang masih beroperasi di jalanan Indiana meski telah mencatatkan jarak tempuh lebih dari 300.000 mil.
Pada 2003, generasi D3 hadir menggunakan platform bersama dengan Bentley Flying Spur dan Volkswagen Phaeton. Generasi ketiga atau D4 yang diperkenalkan pada 2010 beralih ke platform VW MLB, menyajikan pilihan mesin empat silinder untuk pertama kalinya hingga opsi terbesar W12 6,3 liter. Selanjutnya, generasi keempat berkode D5 dirilis pada 2018 berbasis platform MLB Evo dengan menghadirkan varian jarak sumbu roda ekstra panjang berjuluk Horch khusus untuk pasar Tiongkok.
Perubahan Strategi Listrik dan Peralihan ke Q9
Audi sempat memamerkan mobil konsep Grandsphere pada awal 2023 sebagai pratinjau sedan listrik A8 e-tron yang dijadwalkan rilis pada 2024. Namun, perlambatan adopsi kendaraan listrik di pasar global memaksa perusahaan melonggarkan komitmen transisi penuh menuju mobil listrik yang semula ditargetkan pada 2033.
Penghentian produksi A8 bukan dipicu oleh penurunan penjualan secara drastis. Penjualan A8 tercatat sebanyak 21.748 unit pada 2003, meningkat menjadi 39.757 unit pada 2013, dan berada di angka 20.293 unit pada 2023. Keputusan ini lebih disebabkan oleh kendala perencanaan produk Audi yang tidak menyiapkan model penerus bermesin pembakaran internal (ICE).
Sebagai pengganti sedan flagship tersebut, posisi puncak Audi kini secara tidak langsung dialihkan ke CUV Audi Q9. Kendaraan ini mengusung arsitektur Premium Platform Combustion dengan jarak sumbu roda 123,6 inci dan panjang keseluruhan 209,1 inci, menempatkannya di kelas ukuran yang sebanding dengan A8.
Keputusan penutupan lini ini membuat Audi menjadi satu-satunya produsen dalam kelompok tiga besar merek mewah Jerman yang tidak lagi memiliki sedan mewah kelas teratas. Pesaing utamanya, BMW dan Mercedes-Benz, tetap memproduksi sedan flagship untuk mengisi celah pasar yang ditinggalkan oleh Audi A8.
Sumber: TheTruthAboutCars







