Auto News

Alasan Industri Kendaraan Listrik Masih Hadapi Recall Baterai

Alasan Industri Kendaraan Listrik Masih Hadapi Recall Baterai
Daftar Isi
  1. Faktor Kesulitan Produksi Baterai Sel
  2. Tingkat Presisi dan Kompleksitas Mesin
  3. Peningkatan Proses Penarikan Kendaraan

Volkswagen Group saat ini tengah menarik kembali sekitar 100.000 mobil listrik di seluruh dunia yang mencakup merek Volkswagen, Cupra, dan Audi. Seperti dilaporkan kanal Transport Evolved, penarikan ini dilakukan karena sel baterai dalam kasus langka dapat mengalami panas berlebih dan berpotensi memicu kebakaran.

Faktor Kesulitan Produksi Baterai Sel

Meskipun teknologi baterai kendaraan listrik telah mencatat berbagai kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir, bayang-bayang kebakaran baterai masih menghantui industri otomotif. Kasus penarikan kembali atau recall ini biasanya bermula dari cacat manufaktur pada tingkat sel baterai yang memicu investigasi mendalam setelah insiden terjadi.

Proses pembuatan sel baterai mobil listrik membutuhkan presisi tinggi yang mirip dengan fasilitas pembuatan cip mikroprosesor atau fab. Ruang produksi harus sepenuhnya steril dengan aturan kontaminasi yang ketat, di mana setiap pekerja wajib melalui proses dekontaminasi dan mengenakan pakaian khusus untuk mencegah masuknya debu atau partikel asing.

Tingkat Presisi dan Kompleksitas Mesin

Peneliti dari Fraunhofer dan RWTH Aachen University di Jerman mencatat bahwa antara 15 persen hingga 30 persen dari produksi pabrik baterai baru biasanya berakhir menjadi limbah pada tahun-tahun awal karena tidak memenuhi standar kendali mutu. Setiap satu persen limbah tersebut memerlukan biaya kerugian yang sangat besar setiap harinya.

Selain itu, peralatan pembuat baterai di seluruh dunia hanya dikuasai oleh segelintir perusahaan saja, dengan perusahaan asal Tiongkok dan Korea Selatan mendominasi sebagian besar pasokan mesin presisi tinggi. Mesin-mesin tersebut harus dirancang khusus sesuai dengan kimia sel yang dipesan oleh masing-masing pabrikan otomotif.

Peningkatan Proses Penarikan Kendaraan

Penarikan yang dilakukan Volkswagen kali ini terbagi menjadi tiga kelompok terpisah yang mencakup model di Eropa, Amerika Serikat, dan kendaraan Audi Q4 e-tron, dengan sel baterai yang dipasok oleh SK On di beberapa wilayah. Berbeda dengan kasus recall besar pada masa lalu seperti yang dialami Hyundai Kona dan Chevrolet Bolt dengan LG Chem, pendekatan saat ini dinilai jauh lebih terarah.

Volkswagen memperkirakan hanya sekitar 0,1 persen dari total 22.524 kendaraan yang ditarik di Amerika Serikat yang benar-benar mengalami masalah. Berkat pelacakan sel baterai yang lebih baik, pencatatan data pengisian daya yang akurat, serta peningkatan transparansi di pabrik, proses identifikasi kendaraan bermasalah dapat dilakukan secara jauh lebih spesifik.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *