Platform mobilitas listrik Bijliride mencatatkan Pendapatan Berulang Tahunan atau Annual Recurring Revenue (ARR) sebesar Rs 45,6 crore (sekitar Rp87 miliar), berdasarkan pendapatan rental bulanan mencapai Rs 3,8 crore. Angka tersebut sudah mencakup pendapatan yang dihasilkan melalui jaringan waralaba perusahaan.
Pertumbuhan Bisnis dan Model Waralaba
Perusahaan melaporkan marjin EBITDA sebesar 30 persen pada tingkat operasional. Saat ini, Bijliride menjalankan sebanyak 20 waralaba yang secara kolektif menghasilkan pendapatan bulanan sebesar Rs 1 crore bagi para mitra waralaba tersebut.
Dalam mengembangkan jangkauannya di berbagai pasar geografis melalui operator regional, perusahaan mengandalkan model bisnis berbasis waralaba yang minim aset.
Co-founder dan CEO Bijliride, Shivam Sisodiya, menyatakan bahwa strategi ekspansi perusahaannya memfokuskan pada unit ekonomi dan profitabilitas operasional, bukan pertumbuhan yang didorong terutama oleh pengeluaran tunai. Pihaknya menambahkan bahwa jaringan waralaba tersebut bertujuan untuk menciptakan peluang pendapatan bagi operator lokal seiring dengan ekspansi mereka.
Armada dan Rencana Jangka Panjang
Armada Bijliride saat ini terdiri dari lebih dari 6.000 kendaraan listrik yang dikerahkan untuk melayani sektor logistik pengiriman jarak akhir atau last-mile. Perusahaan menyampaikan rencana untuk memperkuat kehadirannya di wilayah India utara dengan fokus menyediakan kendaraan listrik bagi para kurir pengiriman.
Berdiri sejak tahun 2021, Bijliride mengoperasikan platform rental kendaraan roda dua listrik berbasis SaaS untuk melayani pelanggan perorangan maupun korporasi. Layanan yang ditawarkan mencakup penukaran baterai, bantuan di jalan raya, serta manajemen armada perusahaan, dengan target mencapai satu juta pengguna pada tahun 2030.






