Seorang pria Kroasia berusia pertengahan 30-an nekat mencuri mobil Bugatti Chiron milik CEO Bugatti, Mate Rimac, yang terparkir tanpa pengawasan dengan kunci di dalamnya. Peristiwa tidak biasa ini memicu pengejaran lintas negara dan menjadi sorotan global setelah Mate Rimac sendiri yang mengungkap kejadian tersebut.
Kronologi Pencurian Bugatti Chiron
Mate Rimac memarkir mobil Chiron berwarna biru gelap miliknya di Kampus Rimac di Kroasia dengan kunci yang dibiarkan di dalam kendaraan. Pimpinan Bugatti tersebut menjelaskan bahwa ia selalu melakukan hal itu agar para insinyur dapat dengan mudah menguji dan mengendarai mobil kapan saja. Kompleks kampus tersebut terbuka untuk umum, sehingga pelaku pencurian memanfaatkannya untuk membawa kabur kendaraan mewah itu.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pria berkerudung tersebut terlihat memantau mobil Chiron di bagian belakang Kampus Rimac, menghabiskan rokoknya, lalu masuk ke kursi pengemudi sebelum melarikan diri dengan santai. Tim Rimac segera menyadari kendaraan tersebut hilang dan Mate melaporkannya kepada kepolisian setempat. Data pelacakan menunjukkan mobil bergerak menuju Slovenia, dan Mate memutuskan mengejar pelaku dengan mengendarai mobil Porsche 911 miliknya.
Pengejaran Lintas Negara dan Penangkapan Pelaku
Bos Rimac Bugatti itu gagal mengejar pelaku yang melaju kencang melewati Slovenia hingga memasuki wilayah Austria. Kepolisian Austria akhirnya berhasil menemukan lokasi mobil tersebut dan membekuk sang pencuri. Seperti dilaporkan CarScoops, Mate Rimac menceritakan bahwa dirinya sempat berbicara dengan pelaku saat menuju kantor polisi di Austria untuk membuktikan kepemilikan mobil Chiron tersebut.
Pelaku mengaku kepada Mate bahwa ia awalnya mendatangi Kampus Rimac untuk mencari pekerjaan sebelum melihat mobil Chiron beserta kuncinya. Pelaku berniat mengemudikan kendaraan mewah itu hingga ke Jerman, meskipun tujuannya belum diketahui secara pasti. Kepolisian di Kroasia dan Austria akan segera memproses hukum pelaku atas tindakan pencurian kendaraan bernilai fantastis tersebut.
Mobil mewah itu berhasil ditemukan kembali dengan kondisi yang masih utuh, kecuali bagian pembagi depan berbahan serat karbon yang mengalami sedikit lecet dan harus diperbaiki oleh tim Bugatti. Pengalaman ini membuat Mate Rimac menyadari bahwa meskipun Kroasia tergolong aman, meninggalkan mobil dalam kondisi tidak terkunci beserta kuncinya di dalam bukanlah tindakan yang bijak.







