Auto Niaga

Escorts Kubota Catat Penurunan Traktor 10 Persen

Escorts Kubota melaporkan penurunan pengiriman traktor secara total sebesar 10 persen secara tahunan pada Oktober 2026. Perusahaan mengirimkan sebanyak 16.921 unit traktor, turun dari 18.798 unit yang tercatat pada Oktober 2025.

Faktor Pendorong Penurunan Traktor

Menurut pihak perusahaan seperti dilansir Autocar Professional – Last Articles, penurunan tersebut disebabkan oleh basis yang tinggi, pergeseran waktu perayaan, serta gangguan operasional akibat musim hujan. Penurunan ini didorong terutama oleh pasar domestik, di mana pengiriman traktor merosot 11 persen menjadi 16.412 unit dari 18.423 unit pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, sektor ekspor memberikan dukungan parsial terhadap total pengiriman traktor dengan ekspansi sebesar 36 persen secara tahunan menjadi 509 unit pada Oktober 2026 dari 375 unit pada Oktober 2025. Secara beruntun, pengiriman traktor justru mengalami kenaikan 11 persen dibandingkan 15.214 unit yang tercatat pada September 2026. Pengiriman traktor domestik naik 10 persen secara bulanan dari 14.911 unit pada September, sementara ekspor traktor melonjak 68 persen dari 303 unit.

Untuk periode tujuh bulan dari April hingga Oktober 2026, kumulatif pengiriman traktor tumbuh 5 persen menjadi 87.800 unit dibandingkan 83.256 unit pada periode yang sama tahun fiskal 2026. Kumulatif pengiriman traktor domestik naik 6 persen menjadi 84.497 unit, sedangkan kumulatif ekspor traktor turun 10 persen menjadi 3.303 unit.

Kinerja Divisi Alat Berat

Berbeda dengan segmen pertanian, divisi Alat Berat (Construction Equipment) mencatatkan lonjakan pengiriman sebesar 42 persen secara tahunan pada Oktober 2026. Perusahaan mengirimkan 640 unit mesin, meningkat dari 452 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Meskipun demikian, secara bulanan, divisi alat berat mengalami moderasi dengan total pengiriman yang turun 20 persen dibandingkan 795 unit yang dikirimkan pada September 2026. Perusahaan mencatat bahwa aktivitas infrastruktur yang berkelanjutan dan eksekusi proyek mendukung momentum tersebut, sembari menyoroti bahwa ketidakpastian geopolitik serta inflasi biaya input tetap menjadi variabel kunci bagi permintaan di masa depan.

Untuk periode April hingga Oktober 2026, kumulatif pengiriman alat berat meningkat 41 persen menjadi 3.748 unit dari 2.653 unit pada periode yang sama di tahun fiskal 2026.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *