Auto News

Hyundai Tegaskan Mobil Hidrogen Masih Punya Masa Depan

Hyundai Tegaskan Mobil Hidrogen Masih Punya Masa Depan
Daftar Isi
  1. Tantangan Infrastruktur dan Biaya
  2. Strategi dan Sejarah Pengembangan
  3. Model Terbaru dan Prospek Masa Depan

Petinggi Hyundai mengungkapkan alasan utama mengapa mobil penumpang berbahan bakar hidrogen belum berhasil menarik minat publik secara luas, yakni kurangnya pembeli dan minimnya stasiun pengisian bahan bakar. Scott Nargar, Senior Manager of Future Mobility & Government Relations di Hyundai Australia, menyatakan bahwa tantangan terbesar dalam memasarkan kendaraan hidrogen adalah mencari konsumen.

Tantangan Infrastruktur dan Biaya

Kendati demikian, Nargar berpendapat bahwa teknologi tersebut tetap memiliki masa depan di sektor kendaraan penumpang meskipun dihadapkan pada berbagai kendala. Masalah mendasar yang dihadapi bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada ekosistem pendukung yang minim stasiun pengisian hidrogen.

Menurut penjelasan Hyundai, mobil sel bahan bakar bekerja menyerupai kendaraan listrik baterai dengan satu perbedaan utama. Alih-alih menyimpan energi di dalam baterai besar, tumpukan sel bahan bakar menghasilkan listrik saat berkendara dengan cara mencampurkan hidrogen dari tangki dan oksigen yang ditarik dari udara.

Keunggulan sistem ini meliputi pengisian bahan bakar yang cepat serta nihil emisi berbahaya. Kendati demikian, mobil hidrogen dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan kendaraan bensin maupun kendaraan listrik biasa, sebuah selisih harga yang semakin sulit dipertahankan ketika harga kendaraan listrik terus menurun selama satu dekade terakhir.

Strategi dan Sejarah Pengembangan

Berbagai produsen otomotif mengambil jalur berbeda dengan hasil yang serupa. Toyota membiarkan konsumen di California membeli model Mirai, sementara Hyundai lebih banyak membatasi program kendaraan penumpang hidrogen pada sejumlah uji coba dunia nyata.

Hyundai mulai merintis pengembangan sel bahan bakar sejak tahun 1998 tanpa jaminan kesuksesan maupun imbal hasil finansial instan. Presiden dan CEO Hyundai Motorstudio di Goyang, Korea Selatan, Jaehoon Chang, menyampaikan dalam peluncuran konsep INITIUM bahwa perusahaan terus mendorong pengembangan hidrogen melewati berbagai krisis keuangan global.

Perjalanan produk hidrogen Hyundai dimulai dengan peluncuran ix35 Fuel Cell pada tahun 2013 sebagai kendaraan sel bahan bakar produksi massal pertama di dunia dengan jarak tempuh sekitar 369 mil per pengisian. Langkah tersebut dilanjutkan dengan kehadiran NEXO pada 2018 yang menawarkan jarak tempuh hingga sekitar 414 mil.

Model Terbaru dan Prospek Masa Depan

Generasi kedua Nexo diperkenalkan pada tahun 2025 sebagai model global yang mampu menempuh jarak sekitar 435 mil dalam tangki penuh. Kendaraan ini dibekali motor listrik 110 kilowatt yang dipadukan dengan baterai kecil berkapasitas 2,64 kilowatt-jam.

Pernyataan paling jelas mengenai niat Hyundai di sektor ini terlihat melalui konsep INITIUM yang dipamerkan pada tahun 2024. Kendaraan konsep tersebut mengusung target jarak tempuh lebih dari 404 mil, peningkatan tenaga motor hingga 150 kW, serta akselerasi hingga 62 mil per jam dalam waktu kurang dari delapan detik.

Hyundai akan terus memproduksi kendaraan hidrogen sebagai bentuk diversifikasi dan kebanggaan institusional, sementara versi produksi dari konsep INITIUM akan memberikan kesempatan baru bagi teknologi tersebut di pasar global.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *