Daftar Isi
Isuzu Motors resmi mengadopsi perangkat lunak Sensing Core buatan Dunlop pada armada truk medium Isuzu Forward yang memiliki bobot kotor kendaraan (GVW) di atas 14,5 ton. Melalui kerja sama ini, lini truk tersebut kini dilengkapi dengan fitur Wheel Detachment Prediction Detection System sebagai standar untuk memantau kondisi ban dan kendaraan.
Cara Kerja Teknologi Sensing Core
Teknologi Sensing Core dikembangkan berdasarkan pengalaman Dunlop dalam merancang Deflation Warning System (DWS), yakni sistem peringatan tekanan ban. Perangkat lunak ini bekerja dengan menganalisis data kecepatan roda dari putaran ban yang dikombinasikan dengan data controller area network (CAN) dari sistem kontrol kendaraan.
Melalui analisis data kontrol kendaraan tersebut, Sensing Core dapat memantau beragam indikator keselamatan secara mendalam. Sistem ini mampu mendeteksi tekanan udara ban, tingkat keausan, beban yang ditanggung ban, hingga potensi indikasi roda terlepas.
Deteksi Mur Roda Kendur Saat Berjalan
Fitur Wheel Detachment Prediction Detection System yang dipasang pada Isuzu Forward dirancang khusus untuk mendeteksi kendurnya mur roda ketika kendaraan sedang melaju. Jika sistem menangkap adanya ketidaknormalan, pengemudi akan langsung menerima pemberitahuan berupa pesan peringatan serta sinyal suara buzer.
Mekanisme deteksi saat melaju ini berfungsi melengkapi prosedur pemeriksaan manual rutin dan pengalaman pengemudi. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat pengemudi umumnya sulit menyadari mur roda yang mengendur secara mendadak di tengah perjalanan.
Pentingnya Keselamatan Operasional Truk Logistik
Isuzu Forward merupakan jajaran truk kelas menengah yang banyak diandalkan dalam industri logistik, mulai dari pengangkutan lokal, pengiriman jarak jauh, hingga operasional di sektor konstruksi. Truk ini aktif beroperasi di berbagai tingkatan jalan, termasuk kawasan perkotaan yang padat hingga jalan tol utama.
Kecelakaan akibat terlepasnya roda truk di jalan raya berpotensi menimbulkan dampak fatal bagi pengguna jalan lain, seperti pejalan kaki dan pesepeda. Meski pengencangan ulang mur serta inspeksi harian tetap menjadi langkah perawatan wajib, hadirnya teknologi pemantauan otomatis ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan fatal di jalan raya.







