Sebuah laporan terbaru dari Randall Reilly yang bekerja sama dengan Canada Equipment Dealers Foundation serta Associated Equipment Distributors Foundation mengungkapkan bahwa diler peralatan pertanian dan konstruksi di Kanada menghadapi kekurangan lebih dari 1.200 teknisi setiap tahun. Seperti dilansir Auto Service World, krisis tenaga kerja ini berdampak langsung pada kerugian finansial yang dialami para pelaku industri di negara tersebut.
Dampak Krisis dan Tantangan Retensi
Berdasarkan temuan laporan itu, kekurangan tenaga ahli tersebut menimbulkan kerugian pendapatan hingga melampaui 800 juta dolar setiap tahun bagi para diler di Kanada. Sebanyak 80 persen diler di sana menilai tingkat kesulitan dalam merekrut teknisi berada di angka empat atau lebih dari skala lima poin. Sementara itu, 78 persen diler mengaku tidak sanggup memenuhi permintaan pelanggan akibat keterbatasan jumlah staf.
Para peneliti juga mencatat bahwa mempertahankan tenaga kerja yang sudah ada masih menjadi kendala besar, khususnya bagi para pekerja yang memiliki masa pengalaman kerja antara dua hingga lima tahun. Di sisi lain, survei menunjukkan sebanyak 79 persen teknisi di Amerika Serikat mempertimbangkan untuk keluar dari industri tersebut demi mendapatkan upah serta kondisi kerja yang lebih baik.
Faktor Penyebab Kekurangan Tenaga Kerja
Para responden survei menunjuk pandangan miring terhadap karier di bidang keahlian pertukangan serta kesenjangan pelatihan tenaga kerja sebagai dua faktor utama penyebab krisis ketenagakerjaan yang terus berlangsung.
CEO Randall Reilly, Scott Miller, menyatakan bahwa para pemangku kepentingan hampir sepenuhnya sepakat mengenai akar permasalahan dari kekurangan tenaga kerja ini. “Stakeholders almost universally agree that stigma around skilled labor and an educational system not designed for today’s workforce are at the heart of the shortage,” ujarnya.
Sumber: Auto Service World








