Daftar Isi
SPR Auto Technologies mencatatkan kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 14 persen secara tahun ke tahun pada kuartal kedua tahun fiskal 27. Capaian tersebut ditopang oleh ekspansi pendapatan yang kuat meskipun biaya operasional mengalami peningkatan.
Kinerja Keuangan Konsolidasian dan Mandiri
Laba bersih konsolidasian perusahaan mencapai Rp162,30 crore, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun fiskal sebelumnya yang sebesar Rp142,10 crore. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat sebesar Rp158,50 crore dari sebelumnya Rp139,90 crore. Secara kuartalan, laba bersih ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen dari Rp147,70 crore pada kuartal pertama tahun fiskal 27.
Kendati demikian, kinerja pada basis mandiri justru menunjukkan penurunan laba bersih sebesar 11 persen menjadi Rp118,90 crore dibandingkan Rp133,90 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 26. Penurunan ini terjadi karena beban mandiri melonjak 24 persen menjadi Rp891,20 crore, sementara pendapatan operasional mandiri hanya tumbuh 17 persen menjadi Rp1.026,20 crore.
Pertumbuhan Pendapatan dan Beban Usaha
Pendapatan operasional konsolidasian pada kuartal kedua tahun fiskal 27 melesat 62 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp1.648,20 crore dari Rp1,016,50 crore. Lonjakan pendapatan ini mencerminkan hasil konsolidasi dari entitas-entitas yang baru diakuisisi, termasuk tiga bisnis interior dan pencahayaan asal India dari perusahaan Spanyol Grupo Antolin yang efektif sejak 8 Januari 2026. Selama semester pertama tahun fiskal 27, pendapatan operasional konsolidasian mencapai Rp3.122,60 crore atau naik 58 persen dari Rp1.979,80 crore pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, total beban konsolidasian kuartalan naik 72 persen menjadi Rp1.461,70 crore dari Rp850,30 crore, melampaui laju pertumbuhan pendapatan. Peningkatan pengeluaran ini terutama didorong oleh biaya bahan baku, di mana biaya material yang dikonsumsi meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp859,80 crore dibandingkan Rp420,50 crore pada tahun sebelumnya.
Aksi Korporasi dan Penggunaan Dana
Catatan auditor yang menyertai laporan keuangan mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyelesaikan penempatan institusional yang memenuhi syarat atau Qualified Institutional Placement pada 20 Agustus 2026. Melalui penerbitan 2.336.448 saham biasa tersebut, perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar Rp1.000 crore.
Dari total dana bersih hasil penempatan tersebut, sebesar Rp735,80 crore telah dialokasikan untuk pelunasan utang dan keperluan perusahaan. Sisa dana sebesar Rp251,20 crore untuk sementara ditempatkan pada instrumen keuangan yang disetujui sambil menunggu jadwal penggunaan berikutnya.







