Seorang modifikator bernama Peter Grieve melakukan perombakan ekstrem pada Land Rover Series I keluaran 1956. Mobil klasik yang aslinya bermesin empat silinder tersebut kini dibekali mesin V8 berkapasitas 18 liter bekas kendaraan pengangkut tank yang sanggup menyemburkan tenaga hingga 1.080 daya kuda.
Mesin Militer Bekas Pengangkut Tank
Mesin V8 dengan sepasang turbocharger yang dipasang pada Land Rover milik Grieve ini berukuran sembilan kali lebih besar daripada mesin standar bawaan pabrik dari Solihull. Dapur pacu raksasa tersebut adalah Rolls-Royce Meteorite V8, yang dulunya digunakan pada kendaraan pengangkut tank Mighty Antar sejak awal 1950-an hingga era 1980-an.
Seperti dilaporkan The Drive, mesin Meteorite dikembangkan dari mesin V12 Meteor 27 liter buatan Rolls-Royce yang diturunkan dari mesin pesawat Merlin. Will dari kanal Practical Performance Car menjelaskan bahwa penggunaan komponen yang sama antara Meteorite dan Meteor membantu mempermudah perawatan armada militer pada masanya.
Penyesuaian Teknis dan Uji Dyno
Agar mesin raksasa tersebut muat di dalam kompartemen Land Rover, Grieve merancang ulang sistem penggerak camshaft demi menghemat ruang. Komponen bawaan di bagian belakang mesin Meteorite dinilai terlalu besar untuk dipasang pada sebuah mobil.
Grieve juga melengkapi mesin ini dengan sistem injeksi bahan bakar elektronik serta dua turbocharger yang tersembunyi di dalam spakbor depan. Dengan tekanan dorong sebesar 15 psi, mesin Rolls-Royce ini mampu menembus tenaga empat digit, meskipun dalam pengujian dyno mesin tersebut baru berjalan pada kisaran separuh tekanan dorongnya.
Dalam pengujian di atas dyno, Grieve sempat melakukan penyesuaian tekanan bahan bakar dan mengganti steker knalpot saat mesin bekerja kurang stabil. Namun, sesi pengujian terhenti lebih cepat setelah sistem pendingin yang terhubung ke radiator besar di bagian bak belakang mengalami masalah dan menyemprotkan cairan pendingin ke area garasi.
Meski masih memerlukan perbaikan pada sistem pendingin, kendaraan modifikasi ini tetap dapat dikendarai di jalan raya dan berpeluang kembali diuji di lintasan balap setelah seluruh kendala teknis dapat diatasi.
Sumber: The Drive







