Perkembangan teknologi transportasi di Amerika Serikat sering kali meleset dari ekspektasi masa lalu yang membayangkan mobil terbang pada abad ke-21. Hingga saat ini, manusia masih mengandalkan kendaraan darat konvensional dan pesawat terbang lawas, sementara teknologi kendaraan tanpa pengemudi masih menghadapi berbagai kendala pertumbuhan.
Ketidakpastian Sektor Otomotif
Krisis bahan bakar yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong konsumen beralih ke kendaraan listrik. Pergeseran ini terjadi di tengah kebijakan Amerika Serikat yang terus menghapuskan pembatasan efisiensi bahan bakar.
Sebagian kalangan menaruh harapan agar para pemimpin dapat mengalihkan investasi anggaran ke sektor transportasi publik, termasuk memperluas jangkauannya hingga ke wilayah pedesaan serta membangun kereta cepat. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas serta keterjangkauan transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dominasi Amazon di Masa Depan
Dalam skenario yang lebih suram, industri otomotif Detroit diprediksi akan berjuang keras untuk bertahan hidup, dengan Amazon muncul sebagai ancaman terbesar bagi dunia otomotif. Dengan kemampuan pengiriman barang kilat, bahan makanan, menggunakan pesawat tanpa awak, hingga pengiriman tujuh hari seminggu, Amazon dinilai berpotensi merambah layanan transportasi manusia.
Perusahaan tersebut diprediksi dapat menggunakan kendaraan otonom untuk mengantar masyarakat menuju tempat kerja di pabrik Amazon, mengingat teknologi robotik kemungkinan belum sepenuhnya matang. Di sisi lain, masyarakat mungkin tidak lagi memerlukan sarana transportasi umum karena segala kebutuhan dapat diantar langsung ke rumah buatan Amazon.







