Daftar Isi
Sebuah video baru mendokumentasikan tahap akhir proyek modifikasi mobil untuk mengubah BMW E46 M3 yang menggendong mesin Toyota 2JZ-GTE menjadi kendaraan jalan raya yang bertenaga dan lebih halus. Pemilik kendaraan menyelesaikan beragam peningkatan pada sektor eksterior dan interior, menyempurnakan setelan mesin di atas dyno, serta membawa mobil tersebut untuk uji kendara di jalanan.
Penyempurnaan Tampilan Eksterior
Pemilik mobil merampungkan pemasangan bumper depan aftermarket bergaya CSL guna memberikan visual E46 M3 yang lebih bersih dan agresif. Sejumlah ubahan kunci meliputi pemasangan bumper CSL bersama bibir spoiler depan aftermarket, membiarkan intercooler tetap terbuka tanpa tertutup gril, serta mempertahankan lampu jauh berwarna kuning menanggapi masukan para penonton.
Selain itu, spacer cetakan tiga dimensi digunakan untuk menghilangkan celah antara bumper dan batang penguat aluminium. Bagian kabin juga mendapat pembaruan dengan mengganti trim interior perak asli dengan trim hitam beraksen rona biru tipis. Pemilik mengaku sangat puas dengan bumper CSL tersebut karena menghadirkan alternatif desain yang lebih ramping dan sederhana dibandingkan bentuk aslinya.
Kendaraan ini kini menggunakan velg Apex ARC-8 berukuran 18×9 inci di bagian depan dengan ban 245/40 dan ukuran 18×10 inci di bagian belakang dengan ban 275/35.
Peningkatan Interior dan Kabin
Sektor interior menerima berbagai peningkatan agar nuansanya semakin menyerupai BMW M3 orisinal. Pemilik memasang kenop persneling BMW M serta mengembalikan roda kemudi bawaan BMW asli yang sebelumnya berasal dari mobil konvertibel E46 M3 versi transmisi otomatis.
Meskipun lingkar kemudi tersebut mengalami sedikit retak pada bagian kulitnya, pemilik lebih memilih tampilan pabrikan daripada opsi aftermarket. Peningkatan tambahan mencakup penggantian emblem kantung udara serat karbon dengan emblem asli BMW, merampungkan konversi trim interior hitam, serta melepas mekanisme tendangan turun atau kick-down pada pedal gas yang sebelumnya melekat pada transmisi SMG mobil tersebut.
Pelepasan mekanisme kick-down ini membuat pedal gas terasa jauh lebih natural untuk digunakan pada mobil bertransmisi manual.
Kotak Udara Kustom Cetak Tiga Dimensi
Salah satu proyek paling menarik dalam video tersebut adalah perancangan serta pembuatan kotak udara kustom untuk mesin 2JZ berturbo. Kotak udara buatan rumah sebelumnya dinilai fungsional namun kurang menarik, sehingga pemilik menginginkan solusi lebih bersih guna mencegah udara panas ruang mesin masuk ke dalam saluran intake.
Melalui bantuan seorang rekan yang memindai ruang mesin secara digital, tim tersebut merancang kotak udara dan saluran khusus. Proyek ini melibatkan pemindaian ruang mesin guna menangkap ruang yang tersedia, mendesain kotak udara agar cocok dengan saluran intake yang ada, mencetak komponen menggunakan filamen campuran serat karbon, serta merevisi desain berulang kali demi memperbaiki kesesuaian posisi.
Komponen kotak udara hasil cetakan tersebut akhirnya dapat terpasang rapi di dalam ruang mesin dan mengakomodasi filter udara yang sudah ada. Walaupun pemilik menyadari desainnya masih dapat disempurnakan, produk akhir ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan konfigurasi sebelumnya.
Penyetelan Dyno dan Hasil Performa
Mobil BMW tersebut dibawa menuju Lavine Motorsports guna menjalani sesi penyetelan ulang. Tujuan utama dari proses ini bukanlah untuk memaksimalkan tenaga kuda, melainkan memperbaiki kelayakan berkendara dan membuat mobil berperilaku layaknya kendaraan jalan raya yang berkelas.
Mesin tersebut beroperasi pada kisaran tekanan 20 hingga 21,5 psi dengan menggunakan bahan bakar minyak bensin standar pompa. Tuner turut mengatasi kondisi campuran bahan bakar yang sempat kurus ketika pengemudi pertama kali menginjak pedal gas.
Mesin terpantau bekerja dengan baik, dan sang tuner mencatat bahwa mesin 2JZ memiliki potensi tenaga tambahan yang sangat besar. Kendati demikian, pemilik mengaku sudah puas dengan keluaran tenaga saat ini dan tidak berencana menaikkan tekanan turbo lagi.
Uji coba intake tambahan sebenarnya sempat direncanakan untuk mengetahui apakah filter udara yang relatif kecil membatasi performa pada putaran mesin tinggi. Namun, rencana tersebut harus dibatalkan setelah terjadi kebocoran cairan pendingin pada sambungan pipa umpan turbocharger.
Perbaikan Masalah Mekanis
Kebocoran cairan pendingin berhasil dilacak dan berasal dari O-ring pada fiting putar di dekat komponen turbocharger. Tuner menyarankan penggunaan fiting berbeda yang mampu memindahkan titik sambungan agar menjauhi manifold buatan yang bersuhu panas.
Pemilik berencana menyelesaikan masalah tersebut sebelum membawa kendaraannya pulang ke rumah. Tim juga membereskan mekanisme pedal gas yang sempat membuat pengoperasian gas penuh menjadi lebih sulit dari yang seharusnya.
Uji Kendara Pertama di Jalan Raya
Setelah perbaikan selesai, pemilik langsung menguji mobil tersebut di jalanan umum. Kesan berkendara yang dirasakan sangat positif, di mana mesin 2JZ mampu menghasilkan akselerasi yang bertenaga serta halus, dengan turbocharger yang membutuhkan sedikit waktu sebelum melontarkan dorongan tenaga yang masif.
Pemilik merasa sangat terkesan dengan kehalusan mesin serta cara mobil menyalurkan tenaga ke atas aspal. Kendaraan ini juga merasakan manfaat dari berbagai penyempurnaan lain seperti pendingin udara yang berfungsi normal, roda kemudi pabrikan yang mendongkrak rasa interior, tuas transmisi manual yang bekerja optimal, pedal gas yang lebih mudah dioperasikan, hingga rotor rem mengambang yang tidak berisik.
Satu-satunya kendala utama yang tersisa adalah perpindahan gigi kedua pada transmisi manual. Dalam akselerasi berat, perpindahan dari gigi satu ke gigi dua terkadang terasa sulit akibat drivetrain yang masih dalam kondisi terbebani, sehingga pemilik memperkirakan perlunya penyesuaian kopling atau tuas persneling lanjutan.
Kesimpulan Perbandingan Mesin 2JZ dan S54
Pemilik menyimpulkan bahwa proyek modifikasi ini sukses mengubah E46 M3 menjadi mobil jalanan yang sangat menyenangkan. Gaya eksterior terinspirasi CSL, pembenahan interior, setelan mesin revisi, serta AC yang berfungsi turut menghadirkan pengalaman berkendara yang matang.
Pertanyaan utamanya adalah apakah memasang mesin Toyota 2JZ ke dalam BMW M3 lebih baik daripada mempertahankan mesin bawaan BMW S54. Pemilik menyadari bahwa sebagian pehobi berpendapat mesin S54 seharusnya cukup diberi turbo, namun ia meyakini 2JZ menawarkan keunggulan yang lebih meyakinkan dalam hal keandalan dan potensi performa.
Ia menekankan bahwa mesin tersebut mampu menangani dorongan turbo yang besar tanpa mengalami masalah mekanis yang kerap ia kaitkan dengan S54, seperti masalah pada bantalan batang piston dan VANOS. Pemilik merasa hampir sepenuhnya puas dengan mobil tersebut dan menyatakan tidak memiliki niat untuk menjualnya, dengan perkiraan tenaga sekitar 475 tenaga kuda roda dinamo Mustang yang dinilai sudah lebih dari cukup untuk sebuah mobil harian yang menyenangkan.
Sumber: TheTruthAboutCars






