Daftar Isi
Membeli mobil listrik yang andal memerlukan kombinasi antara memilih model dengan rekam jejak yang terbukti serta memastikan kondisi spesifik unit yang akan dibeli. Berdasarkan laporan Electric Cars Report, calon pembeli disarankan memeriksa data tingkat kerusakan, hasil inspeksi, dan survei pemilik sebelum memutuskan untuk membeli.
Memahami Risiko Kerusakan pada Mobil Listrik
Terdapat perbedaan data mengenai keandalan mobil listrik. Survei Consumer Reports yang dikutip Reuters menyebutkan mobil listrik memiliki 42 persen lebih banyak masalah dibandingkan mobil bensin. Namun, data ADAC di Jerman menunjukkan mobil listrik berusia dua hingga empat tahun hanya mengalami 3,8 kerusakan per 1.000 unit, jauh lebih rendah dibanding 9,4 kerusakan pada mobil konvensional.
Perbedaan ini muncul karena metode pengukuran yang berbeda. Beberapa survei menghitung keluhan pemilik seperti gangguan layar, sementara yang lain hanya menghitung panggilan bantuan darurat di jalan atau cacat keselamatan saat inspeksi. Oleh karena itu, reputasi model hanyalah satu sisi, sementara sisi lainnya adalah riwayat perawatan unit yang akan dibeli.
Faktor Baterai dan Komponen Elektronik
Banyak orang mengkhawatirkan baterai utama, padahal baterai 12-volt yang kecil justru lebih sering menyebabkan masalah di jalan. Data ADAC tahun 2025 menunjukkan 45,4 persen kerusakan di jalan disebabkan oleh baterai 12-volt. Baterai ini berfungsi menyalakan komputer, kunci, dan layar sebelum baterai utama aktif.
Sementara itu, baterai utama mobil listrik mengalami penurunan kapasitas rata-rata 2,3 persen per tahun. Studi Geotab terhadap 22.700 unit menunjukkan kapasitas baterai tersisa sekitar 82 persen setelah delapan tahun. Penggunaan pengisi daya cepat (fast charging) secara terus-menerus dapat mempercepat penurunan kapasitas hingga 3,0 persen per tahun, sehingga disarankan lebih sering menggunakan pengisian daya lambat (AC) di rumah.
Daftar Periksa 10 Poin Sebelum Membeli
Sebelum menandatangani dokumen pembelian, pastikan Anda melakukan pemeriksaan berikut:
- Laporan Kesehatan Baterai (SOH): Pastikan ada dokumen resmi yang menunjukkan kapasitas baterai. Untuk mobil berusia lima tahun, kapasitas di bawah 90 persen dianggap sebagai peringatan.
- Uji Pengisian Daya: Lakukan pengisian daya AC dan DC untuk memastikan sistem berfungsi normal.
- Cek Baterai 12-volt: Tanyakan kapan baterai ini terakhir diuji atau diganti.
- Riwayat Servis: Baca seluruh faktur servis untuk melihat riwayat perbaikan.
- Status Penarikan (Recall): Periksa nomor identifikasi kendaraan (VIN) untuk memastikan tidak ada penarikan pabrikan yang belum ditangani.
- Pembaruan Perangkat Lunak: Tanyakan versi perangkat lunak saat ini dan riwayat pembaruannya.
- Garansi: Pastikan garansi baterai masih berlaku dan apakah dapat dialihkan ke pemilik baru.
- Uji Jalan: Lakukan tes berkendara minimal selama 30 menit.
- Cek Konektor: Pastikan soket pengisian daya sesuai dengan infrastruktur yang sering Anda gunakan.
- Verifikasi Data: Bandingkan setidaknya dua sumber peringkat keandalan untuk model dan tahun yang sama.
Pentingnya Garansi dan Pembaruan
Garansi merupakan jaring pengaman bagi pembeli. Umumnya, garansi baterai berlaku selama 8 tahun atau 100.000 mil. Beberapa produsen, seperti Hyundai untuk model Ioniq 5, bahkan memperpanjang garansi komponen tertentu (ICCU) hingga 15 tahun karena adanya catatan masalah teknis pada model tersebut. Selalu pastikan apakah perbaikan terkait penarikan pabrikan sudah dilakukan di bengkel resmi.
Tidak ada satu model yang memenangkan semua peringkat keandalan. Saat ini, model seperti Mini Cooper SE, Audi Q4 e-tron, dan Fiat 500e berkinerja baik dalam inspeksi di Jerman, sementara Tesla Model 3 unggul dalam survei pemilik. Pastikan Anda menyesuaikan pilihan mobil dengan kebutuhan penggunaan, baik untuk komuter kota maupun perjalanan jarak jauh yang sering mengandalkan pengisian daya cepat.
Sumber: Electric Cars Report







