Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis demi memperkokoh ketahanan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui rencana pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) di wilayah Sumatra sekaligus percepatan diversifikasi bahan bakar kendaraan.
Rencana pembangunan fasilitas pendukung energi ini dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dilaporkan kabaroto. Infrastruktur penyimpanan ini dirancang untuk mampu menampung cadangan minyak mentah nasional hingga kapasitas 60 hari.
Kapasitas Cadangan Minyak dan Peninjauan Lokasi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa fasilitas penyimpanan tersebut difungsikan khusus menampung pasokan minyak mentah impor. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan membuat Indonesia memiliki cadangan energi yang lebih responsif dan aman dalam menghadapi dinamika pasar global.
Bahlil menuturkan bahwa kajian kelayakan atau feasibility study untuk proyek crude storage tersebut telah selasai dikerjakan. Pemerintah dijadwalkan mulai menginspeksi calon lokasi pada akhir tahun ini dengan memprioritaskan mitigasi risiko, keselamatan kerja, serta memastikan area bebas dari potensi bencana alam.
Pengembangan Bioetanol dan Program Biodiesel
Selain fokus pada cadangan minyak mentah, pemerintah juga mendorong keandalan energi sektor transportasi melalui pengembangan bahan bakar bioetanol. Tahapan racikan bioetanol disiapkan secara bertahap, mulai dari formula E20 hingga E50.
Untuk menjamin pasokan bahan baku dari sektor hulu, Kementerian ESDM menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Di saat yang sama, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program mandatori biodiesel B50 guna mendukung kemandirian energi nasional.
Sumber: kabaroto » Post







