Perusahaan pembuat komponen otomotif Ramkrishna Forgings melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp70,59 crore (sekitar Rp70,59 miliar) untuk kuartal kedua tahun fiskal 2027, yang menandai pemulihan signifikan dari kerugian bersih sebesar Rp9,50 crore pada periode yang sama tahun keuangan sebelumnya. Berdasarkan perbandingan kuartalan, laba bersih tersebut mengalami lonjakan sebesar 50,6 persen jika dibandingkan dengan perolehan sebesar Rp46,88 crore pada kuartal pertama tahun fiskal 2027.
Pendapatan dan Beban Operasional
Pendapatan konsolidasi dari operasional untuk kuartal kedua tahun fiskal 2027 mencatat pertumbuhan sebesar 55 persen secara tahunan menjadi Rp1.405,42 crore dari sebelumnya Rp907,53 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 2026. Total pendapatan konsolidasi secara keseluruhan mencapai Rp1.409,62 crore, yang didukung oleh pendapatan lain-lain sebesar Rp4,20 crore.
Sementara itu, total beban konsolidasi untuk periode yang sama meningkat 43 persen secara tahunan menjadi Rp1.313,48 crore dibandingkan Rp918,70 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 2026. Pengeluaran operasional tersebut didorong oleh konsumsi bahan baku senilai Rp690,72 crore, beban lain-lain sebesar Rp337,09 crore, biaya penyusutan dan amortisasi sebesar Rp102,73 crore, beban manfaat karyawan senilai Rp77,77 crore, biaya tenaga dan bahan bakar sebesar Rp72,26 crore, serta biaya keuangan sejumlah Rp61,56 crore.
Para auditor mencatat bahwa satu anak perusahaan yang tidak disebutkan namanya menyumbang total pendapatan sebesar Rp239,37 crore dan laba bersih sebesar Rp7,09 crore pada kuartal tersebut. Di sisi lain, dua anak perusahaan lain yang juga tidak disebutkan namanya mencatat total gabungan pendapatan sebesar Rp83,70 crore dengan kerugian bersih mencapai Rp2,49 crore.
Kinerja Mandiri dan Semester Pertama
Untuk basis mandiri (standalone), Ramkrishna Forgings membukukan laba bersih sebesar Rp67,73 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 2027, yang melonjak tajam dari hanya Rp0,37 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 2026. Pendapatan operasional mandiri meningkat 57 persen menjadi Rp1.255,02 crore dari Rp800,79 crore pada periode tahun sebelumnya. Beban mandiri tercatat sebesar Rp1.171,06 crore dibandingkan Rp808,44 crore pada kuartal kedua tahun fiskal 2026, dengan biaya material menyumbang Rp642,14 crore.
Sepanjang paruh pertama atau semester pertama tahun fiskal 2027, pendapatan konsolidasi dari operasional mencapai Rp2.622,09 crore, mencerminkan kenaikan sebesar 36 persen dari Rp1.922,79 crore pada semester pertama tahun fiskal 2026. Laba bersih konsolidasi untuk semester pertama tahun fiskal 2027 juga naik menjadi Rp117,47 crore dari sebelumnya Rp2,29 crore pada periode tahun lalu yang bersesuaian.
Selain kinerja keuangan, dewan direksi menyetujui batas investasi ekuitas tambahan sebesar Rp56,76 crore pada usaha patungan roda kereta api milik mereka. Dewan juga mengangkat Subir Chakraborty dan Anurag Vohra sebagai Direktur Independen Non-Eksekutif untuk masa jabatan selama lima tahun.







