Auto News

Review Hyundai Staria Load Electric: Layak Dibeli?

Review Hyundai Staria Load Electric: Layak Dibeli?
Daftar Isi
  1. Performa, Jarak Tempuh, dan Pengisian Daya
  2. Kapasitas Kargo dan Kenyamanan Kabin
  3. Pengalaman Berkendara dan Efisiensi Energi
  4. Pertimbangan Harga dan Kesimpulan

Hyundai menambah lini kendaraan niaga dengan meluncurkan varian listrik penuh bernama Staria Load Electric, yang melengkapi versi diesel dan hibrida yang sudah ada sebelumnya. Mobil komersial futuristik ini diuji coba selama hampir sepekan di Sydney, Australia, oleh pengulas dari The Driven untuk mengetahui performa dan kelayakannya.

Performa, Jarak Tempuh, dan Pengisian Daya

Staria Load Electric dibekali baterai 84 kWh yang menggerakkan motor listrik di bagian depan dengan tenaga 160 kW dan torsi 350 Nm. Hyundai mengklaim kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 450 kilometer berdasarkan siklus WLTP untuk satu kali pengisian daya penuh.

Kendaraan niaga ini menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt yang memungkinkan pengisian daya cepat arus searah. Menurut klaim pabrikan, pengisian baterai dari 10 hingga 80 persen dapat dicapai dalam waktu 20 menit menggunakan pengisi daya cepat 350 kW, dengan kecepatan puncak mendekati 250 kW, sementara pengisian arus bolak-balik didukung hingga 10,5 kW.

Selain itu, terdapat fitur fungsi *Vehicle-to-Load* (V2L) di area kargo dengan stopkontak standar berdaya hingga 4 kW. Fitur ini memungkinkan para pekerja untuk menyalakan peralatan kerja, komputer, dan perangkat lainnya langsung dari baterai kendaraan.

Kapasitas Kargo dan Kenyamanan Kabin

Dari segi fungsionalitas pengangkutan, Staria Load Electric menawarkan kapasitas kargo sebesar 4.935 liter, daya muat 1.005 kilogram, dan kapasitas derek dengan rem seberat dua ton. Pembeli dapat memilih pintu belakang jenis *liftback* konvensional atau pintu ayun ganda tanpa perbedaan biaya.

Kabin depan menawarkan ruang yang sangat lapang dengan jarak kepala yang luas serta visibilitas yang sangat baik berkat jendela besar. Dasbornya dilengkapi dua layar digital 12.3 persen untuk kluster instrumen dan sistem infotainmen, yang sudah mendukung Apple CarPlay serta Android Auto nirkabel.

Namun, terdapat sejumlah penghilangan fitur pada varian listrik jika dibandingkan dengan model Hybrid Premium yang harganya lebih murah. Fitur seperti kamera keliling 360 derajat, kursi depan berpemanas, roda kemudi berpemanas, pintu bagasi elektrik, lampu utama LED, dan pelek aloi absen pada varian listrik yang hanya menggunakan pelek baja.

Pengalaman Berkendara dan Efisiensi Energi

Di jalan raya, motor listrik 160 kW memberikan tenaga yang halus dan responsif untuk menavigasi lalu lintas perkotaan. Suspensi belakang *multi-link* serta tambahan insulasi suara membuat peredaman kabin terasa senyap dan nyaman dibandingkan van komersial pada umumnya.

Selama pengujian di area perkotaan dengan muatan ringan, pengulas mencatat rata-rata konsumsi energi sebesar 16,5 kWh per 100 kilometer, lebih hemat dari angka resmi gabungan pabrikan sebesar 20,7 kWh per 100 kilometer. Tingkat konsumsi tersebut bahkan secara teoretis dapat menghasilkan jarak tempuh melebihi 500 kilometer dalam kondisi optimal.

Pertimbangan Harga dan Kesimpulan

Kendala utama dari Staria Load Electric adalah banderol harganya yang dipatok mulai dari 70.990 dolar Australia sebelum biaya jalan raya. Angka tersebut jauh lebih mahal dibandingkan versi diesel maupun varian hibrida standar yang ada di pasar.

Bagi operator armada yang menempuh jarak jauh setiap hari dengan akses pengisian daya depot yang murah, investasi awal tersebut dapat terbayar melalui penghematan biaya bahan bakar dan perawatan yang rendah. Namun bagi operator lain, tambahan biaya pembelian di muka akan menjadi pertimbangan yang jauh lebih sulit untuk dibenarkan.

Sumber: The Driven

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *