Auto News

Review Volkswagen Golf Hybrid 2026: Hadir Lebih Baik

Review Volkswagen Golf Hybrid 2026: Hadir Lebih Baik
Daftar Isi
  1. Performa dan Spesifikasi Mesin
  2. Cara Kerja Sistem Hibrida
  3. Kenyamanan dan Pengalaman Berkendara

Volkswagen memperkenalkan varian *full-hybrid* baru untuk mengisi celah di antara model *mild-hybrid* eTSI dan *plug-in* eHybrid pada lini *hatchback* Golf generasi kedelaiapan. Varian ini dirancang bagi pengemudi perkotaan yang menginginkan pengalaman berkendara bertenaga listrik tanpa kerepotan mengisi daya (*plug-in*).

Performa dan Spesifikasi Mesin

Golf Hybrid dibekali mesin bensin 1.5 liter TSI Evo berdaya 148 tenaga kuda, yang dipadukan dengan dua motor listrik dan paket baterai *nickel manganese cobalt* (NMC) 1.6kWh kotor dengan kapasitas pakai 0,64kWh. Sistem hibrida ini memberikan tambahan dorongan daya hingga 44kW.

Meskipun tidak memiliki angka resmi jarak tempuh murni listrik karena kapasitas baterainya yang kecil, model *full HEV* ini sanggup melaju hingga kecepatan 37 mph (sekitar 59 km/jam) hanya menggunakan tenaga listrik selama baterai memiliki sisa daya. Di pasar Inggris, terdapat dua pilihan tenaga yang ditawarkan, yakni 134 tenaga kuda dan 168 tenaga kuda.

Varian berkekuatan 168 tenaga kuda mencatatkan efisiensi bahan bakar yang lebih hemat dibandingkan model eTSI berdaya 148 tenaga kuda dengan trim R-Line yang sama. Konsumsi bahan bakar Golf Hybrid mampu mencapai lebih dari 60 mpg dengan emisi karbon dioksida berkisar antara 104 g/km hingga 117 g/km.

Cara Kerja Sistem Hibrida

Seorang insinyur senior yang terlibat dalam pengembangan sistem ini menjelaskan bahwa cara kerja hibrida tersebut mirip dengan pengaturan i-MMD milik Honda. Kendaraan ini berfungsi layaknya mobil dengan *range-extender* yang mengutamakan pengalaman berkendara layaknya kendaraan listrik pada kecepatan di bawah 40 mph.

Saat melaju dengan tenaga listrik, mesin TSI tidak aktif dan motor dorong utama yang terintegrasi dalam modul hibrida yang bekerja. Jika baterai melemah atau pengemudi membutuhkan tambahan tenaga, sistem beralih ke mode *series-hybrid* di mana mesin bensin menyala untuk memutar generator sekunder guna mengisi ulang baterai.

Pada kecepatan di atas 37 mph atau saat akselerasi tinggi, kopling menutup dan mesin bensin terhubung langsung ke roda penggerak, sementara motor listrik utama berfungsi sebagai penambah tenaga. Transmisi mobil ini menggunakan gigi keenam dari girboks konvensional dengan batasan putaran mesin maksimal 4.500 rpm dan kecepatan tertinggi 112 mph.

Dalam konfigurasi tertingginya, Golf Hybrid menghasilkan total tenaga 168 tenaga kuda dan torsi 310 Nm. Dengan tambahan bobot 48 kilogram dari komponen hibrida, total berat kendaraan pada trim R-Line menjadi 1.484 kilogram dan mampu berakselerasi dari 0 hingga 62 mph dalam waktu 7,5 detik.

Kenyamanan dan Pengalaman Berkendara

Mobil ini menyasar para penglaju perkotaan yang membutuhkan mobilitas bertenaga listrik lebih tinggi daripada kemampuan eTSI, namun terkendala fasilitas pengisian daya di tempat tinggal mereka. Volkswagen juga menekan biaya pengembangan dengan memasangkan sistem penggerak ini pada *crossover* T-Roc generasi kedua.

Secara pengendalian, mobil ini tetap mempertahankan karakter khas Volkswagen Golf. Di perkotaan, pengemudi dapat merasakan mesin bensin yang sering mati saat kendaraan meluncur senyap menggunakan tenaga listrik.

Kenyamanan berkendara ditopang oleh peredaman suspensi adaptif Dynamic Chassis Control (DCC) serta kabin yang kedap dari suara luar. Varian HEV ini rencananya juga akan ditawarkan dalam spesifikasi Style dan Match.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *