Auto News

YouTuber Ciptakan Alat Pintar untuk Sembunyikan Pelat Mobil

YouTuber Ciptakan Alat Pintar untuk Sembunyikan Pelat Mobil

Kamera pengawas dari perusahaan Flock merekam jutaan foto kendaraan beserta pelat nomornya, menciptakan basis data lokasi yang dapat memantau pergerakan pengendara. Menanggapi fenomena tersebut, seorang YouTuber dari kanal Studio Hotrods menciptakan sebuah perangkat inovatif yang mampu membuat pelat nomor kendaraan tidak terlihat, tetapi hanya ketika mendekati kamera Flock.

Cara Kerja Perangkat Anti-Kamera Flock

Meskipun kamera pintar tersebut merekam berbagai informasi kendaraan, pelat nomor tetap menjadi metode utama untuk identifikasi. Melepas atau menutupi pelat nomor secara permanen memang dapat menghindari pemindaian, namun tindakan ini melanggar hukum dan berisiko mendatangkan tilang dari pihak kepolisian.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Studio Hotrods merancang sebuah mekanisme cerdas yang menutupi pelat nomor hanya saat kendaraan berada dalam jangkauan pandang kamera pengawas. Sistem ini menggunakan komputer mini Arduino yang mengatur lembaran kaca pintar yang akan tampak transparan saat dialiri listrik dan berubah menjadi buram ketika aliran listrik diputus. Kaca pintar ini dipasang tepat di atas pelat nomor kendaraan.

Selain itu, perangkat Arduino tersebut dihubungkan dengan modul dan antena GPS untuk mendeteksi koordinat kendaraan secara akurat. Data lokasi ini kemudian dicocokkan dengan basis data titik lokasi kamera Flock yang tersimpan di dalam kartu SD, yang informasinya merujuk pada proyek pemetaan DeFlock. Selama berkendara dalam kondisi normal, kaca pintar tersebut terus dialiri listrik sehingga tetap transparan dan pelat nomor dapat terlihat secara sah. Namun, saat mobil melintasi titik kamera pengawas, sistem secara otomatis memutus daya listrik sejenak untuk membuat kaca menjadi buram sehingga kamera gagal memindai pelat nomor.

Legalitas dan Tantangan Penggunaan di Jalan Raya

Ide kreatif ini sepintas tampak efektif karena pelat nomor tetap terlihat normal di luar jangkauan kamera pengawas, kecuali jika seorang petugas kepolisian melihat langsung kendaraan tersebut pada detik yang sama saat alat diaktifkan. Berdasarkan informasi dari situs Allowed Here, setiap negara bagian memiliki regulasi ketat terkait penutup pelat nomor kendaraan.

Penggunaan pelat nomor penutup secara tegas dilarang di delapan negara bagian, termasuk Illinois, tempat mobil pengujian dalam video tersebut terdaftar. Sementara itu, wilayah lain yang tidak melarang pelat penutup secara mutlak tetap mewajibkan agar pelat nomor harus selalu terbaca jelas dan tidak boleh tertutup oleh benda apa pun. Konsekuensinya, pengemudi tetap berpotensi dihentikan oleh polisi hanya karena memasang penutup pada pelat nomor, meskipun kaca tersebut terlihat bening seperti biasa.

Berbagai wilayah hukum kini juga mulai memperketat pengawasan terhadap perangkat pembalik pelat nomor yang biasa digunakan untuk menghindari tilang otomatis maupun gerbang tol. Perangkat buatan Studio Hotrods ini sebenarnya telah memperhitungkan berbagai aspek kepatuhan dengan cara menjaga pelat tetap terlihat sepanjang waktu kecuali di depan kamera pengawas. Kendati demikian, aturan hukum tidak memandang niat pengemudi, melainkan melarang segala bentuk penutupan pada pelat nomor kendaraan. Potensi penyalahgunaan juga terbuka lebar karena pengguna dapat dengan mudah mematikan fungsi Arduino dan mengontrol kaca pintar secara manual untuk menyembunyikan pelat nomor kapan saja, sesuatu yang sangat dihindari oleh aparat penegak hukum.

Saat ini, kreator di balik Studio Hotrods masih merancang, menguji, dan memproses paten untuk perangkat tersebut tanpa niat untuk memasarkannya secara komersial dalam waktu dekat. Penggemar teknologi dengan keahlian pemrograman mungkin dapat merakit perangkat serupa secara mandiri, meskipun penggunaannya di jalan raya tetap berisiko memicu perhatian penegak hukum yang justru ingin dihindari oleh pengendara.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *