Mate Rimac selaku CEO Bugatti Rimac mengalami insiden pencurian mobil mewah ketika sebuah Bugatti Chiron miliknya dibawa kabur dari markas besar perusahaan. Mengetahui kendaraan bernilai jutaan dolar tersebut dicuri, Rimac langsung melompat ke balik kemudi mobil Porsche 911 miliknya untuk melakukan pengejaran secara langsung.
Aksi Pengejaran Berbekal Telemetri
Kejadian bermula ketika Rimac memarkirkan Bugatti Chiron di luar garasi kampus perusahaan dalam kondisi tidak dikunci dan kunci mobil ditinggalkan di dalamnya, sebuah kebiasaan yang biasa ia lakukan agar karyawan dapat memindahkannya jika diperlukan. Seorang karyawan kemudian melihat mobil super berharga fantastis itu melaju kencang meninggalkan area kantor dan segera melaporkannya kepada rekan-rekan lain setelah menyadari tidak ada izin resmi untuk pemindahan tersebut.
Menurut sebuah video Instagram yang diunggah oleh sang CEO, seperti dilaporkan oleh Jalopnik, Rimac segera menghubungi pihak kepolisian sekaligus mengemudikan mobil Porsche 911 miliknya dengan kecepatan penuh untuk memburu pencuri tersebut. Beruntung bagi Rimac, Bugatti Chiron tersebut dilengkapi dengan fitur telemetri langsung sehingga ia bersama rekan-rekannya dapat melacak lokasi persis kendaraan tersebut meskipun pelaku telah mendahului selama satu jam, lalu meneruskan informasi itu kepada kepolisian Kroasia.
Penyergapan Lintas Negara
Upaya kepolisian untuk mencegat kendaraan tersebut di wilayah Kroasia tidak membuahkan hasil karena pelaku berhasil melintasi perbatasan Slovenia hingga masuk ke wilayah Austria. Di Austria, pengemudi tersebut sempat berhenti untuk mengisi setengah tangki bahan bakar tanpa membayar akibat mesin W16 quad-turbo mobil tersebut yang boros bahan bakar, sebelum akhirnya kepolisian Austria berhasil membekuk pelaku berkat informasi dari kelompok percakapan milik tim Rimac.
Rimac awalnya sempat memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan hukum terhadap pelaku pencurian tersebut, meskipun sang pelaku tetap harus berurusan dengan pihak kepolisian di Kroasia, Austria, dan Slovenia. Rimac sempat berniat mengambil langsung mobilnya dari kepolisian dan mengantar pencuri tersebut pulang ke keluarganya tanpa memperpanjang masalah, namun akibat nilai kendaraan yang sangat tinggi, puluhan mobil polisi dikerahkan sehingga ia harus melalui prosedur kepemilikan sebelum akhirnya bisa membawa kembali mobilnya sehari kemudian.
Pelaku pencurian tersebut diketahui merupakan warga lokal Kroasia yang sempat mendatangi markas Rimac untuk mencari pekerjaan sebelum melancarkan aksinya mencuri mobil Chiron. Insiden ini mengubah kebiasaan Rimac yang sebelumnya merasa aman meninggalkan mobilnya dalam keadaan tidak terkunci karena Kroasia dikenal sangat aman, dan ia menegaskan tidak akan mengulangi kebiasaan tersebut di masa mendatang.







