Daftar Isi
Sejarah otomotif dipenuhi dengan berbagai mesin unik yang diciptakan untuk mengatasi keterbatasan teknologi atau memenuhi misi tertentu. Salah satu contoh paling luar biasa adalah mesin Chrysler A57 yang dikembangkan saat Perang Dunia II untuk mentenagai tank medium militer Amerika Serikat.
Latar Belakang Tank M4 Sherman
Kisah mesin Chrysler A57 berkat pada kebutuhan mendesak akan tank medium M4 Sherman yang mulai diproduksi pada Februari 1942. Presiden Amerika Serikat saat itu menginginkan puluhan ribu tank setiap tahunnya dengan mengutamakan kemudahan dan kecepatan produksi di atas segalanya. Varian awal Sherman, yakni M4A1, menggunakan mesin radial Continental R-975 yang awalnya dirancang untuk pesawat terbang. Meskipun andal, mesin pesawat tersebut terlalu rumit untuk kendaraan darat dan pasokannya dibutuhkan untuk kepentingan aviasi militer.
Pihak militer kemudian meminta industri otomotif mencari solusi alternatif untuk memasok tenaga pada berbagai varian tank M4. Menanggapi permintaan tersebut pada Juli 1941, Chrysler dituntut untuk menciptakan mesin baru dalam waktu yang sangat singkat tanpa memiliki kesempatan merancangnya dari nol.
Inovasi Lima Mesin Menjadi Satu
Menurut catatan Mac’s Motor City Garage, Insinyur Eksekutif Chrysler Harry Woolson dan Kepala Desain Mesin Mel Carpentier mencetuskan ide kreatif untuk menggabungkan beberapa mesin otomotif yang sudah ada agar waktu pengembangan bisa dipangkas drastis. Mereka memilih mesin L-head enam silinder segaris berkapasitas 250,6 kubik inci dari mobil Chrysler Royal sebagai basis dasarnya. Tim pengembang menyatukan lima buah mesin tersebut di sekeliling kruk as cor besi pusat dalam pola menyerupai bintang untuk membentuk unit yang dinamakan A57 Multibank.
Seperti dijelaskan Old Machine Press, mesin ini dipasang di bagian belakang tank dengan lima kruk as yang terhubung ke satu roda gigi pusat melalui gigi Herringbone. Sumbu keluaran meneruskan tenaga menuju radiator, kipas pendingin, kopling, dan akhirnya ke transmisi. Sistem pendingin dan pasokan bahan bakar mengalami beberapa kali penyempurnaan, termasuk penggunaan satu pompa air tunggal menggantikan lima pompa sabuk sebelumnya, serta penempatan lima karburator downdraft T-Series dari Carter di bidang yang sama agar tautan katup penutup dan perawatan lebih sederhana.
Spesifikasi dan Kinerja Monster 30 Silinder
Hasil akhirnya adalah mesin raksasa berkapasitas 20,5 liter dengan 30 silinder yang menghasilkan tenaga kotor sebesar 445 tenaga kuda pada 2,400 putaran per menit. Kompresi mesin diturunkan menjadi 6,2:1 agar dapat beroperasi menggunakan bensin 70 oktan berkualitas rendah. Mesin ini membutuhkan delapan galon oli 10W-30 dan 32 galon cairan pendingin, serta mengonsumsi sekitar satu galon oli setiap 100 mil perjalanan dengan tingkat konsumsi bahan bakar mencapai satu mil per galon.
Departemen Perang Amerika Serikat mencatat bahwa mesin yang dijuluki sebagai “Chrysler Tank Engine” ini memiliki berat mencapai 5.375 pon lengkap dengan sistem pendingin dan seluruh aksesorisnya. Lambung tank M4 Sherman harus diperpanjang 11 inci untuk dapat memuat mesin besar tersebut, sementara bogie yang lebih kuat dirancang khusus guna menopang bobot tambahan dari A57.
Performa dan Rekam Jejak Operasional
Pada awalnya, Angkatan Darat Amerika Serikat sempat menghadapi beberapa kendala teknis seperti masalah pendinginan akibat kotoran yang masuk ke radiator serta kegagalan generator. Setelah Chrysler melakukan berbagai perbaikan termasuk memindahkan generator ke luar ruang mesin, keandalan A57 meningkat drastis hingga mencatat rata-rata 240 jam waktu operasi sebelum mengalami kerusakan besar.
Produksi dimulai pada tahun 1942 dan sebagian besar tank M4A4 bermesin A57 dikirim ke Inggris serta negara-negara Sekutu melalui undang-undang Lend-Lease. Meskipun militer Amerika Serikat lebih menyukai varian M4A3 bermesin Ford GAA V8 untuk pasukan di dalam negeri, tank dengan mesin A57 tetap menjadi bagian penting dari armada Sekutu. Hingga saat ini, beberapa contoh mesin Chrysler A57 yang masih tersisa dapat disaksikan di museum-museum sejarah militer di Inggris dan Amerika Serikat.
Sumber: The Autopian







