Auto News

Tata Motors Siapkan SUV Listrik Kuno Penantang MG Windsor

Tata Motors Siapkan SUV Listrik Kuno Penantang MG Windsor

Tata Motors dilaporkan sedang mengembangkan SUV medium bertenaga listrik sepenuhnya dengan kode internal Kuno untuk memperluas portofolio kendaraan ramah lingkungannya. Seperti dilaporkan Autocar Professional, model baru ini disiapkan untuk menantang MG Windsor di segmen SUV listrik menengah.

Target Pasar dan Fleksibilitas Desain

Mobil dengan panjang sekitar 4,3 meter tersebut dijadwalkan resmi meluncur pada periode 2027–2028. Tata Kuno dirancang untuk memikat konsumen keluarga yang membutuhkan ruang kabin lapang, kenyamanan, dan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari. Model ini akan melengkapi jajaran SUV medium Tata Motors bersama Curvv yang mengusung gaya coupe-SUV dan Sierra yang menyasar segmen gaya hidup.

Pengembangan rancangan yang khusus ditujukan untuk kendaraan listrik memberikan keleluasaan bagi tim teknisi untuk mengoptimalkan penataan baterai, motor penggerak, dan ruang penumpang. Di lini produk Tata Motors, Kuno akan berdampingan dengan Nexon generasi terbaru yang berkode Garud, Curvv, serta Sierra. Kendati demikian, rincian mengenai nama komersial akhir, spesifikasi teknis, kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga estimasi harga masih belum diumumkan secara resmi.

Kapasitas Produksi dan Peran Pabrik Sanand

Fasilitas manufaktur di Sanand, Gujarat, direncanakan menjadi lokasi perakitan utama untuk Kuno. Rencana kapasitas produksi tahunan yang disiapkan berkisar antara 80.000 hingga 100.000 unit. Volume produksi ini disesuaikan dengan skala yang dibidik perusahaan, di mana realisasinya akan bergantung pada perkembangan permintaan pasar dan kecepatan peningkatan volume manufaktur.

Kawasan industri di Sanand tersebut mencakup pabrik asli milik Tata Motors serta bekas fasilitas manufaktur Ford yang berada di sebelahnya. Penunjukan Sanand sebagai lokasi perakitan model Kuno semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai pusat produksi kendaraan listrik utama Tata Motors, sekaligus memanfaatkan infrastruktur pendukung dan rantai pasokan komponen yang telah terbangun.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *