Pabrikan otomotif terkemuka Volkswagen memutuskan untuk menunda sementara pekerjaan pengembangan untuk kendaraan listrik masa depan, ID. Golf. Langkah ini diambil oleh perusahaan akibat tekanan biaya yang semakin meningkat serta kebutuhan untuk mengamankan investasi yang andal.
Tantangan Pasar dan Penundaan Proyek
Chief Financial Officer untuk Volkswagen Brand & Brand Group Core, David Powels, menyatakan bahwa lingkungan pasar masih menghadapi banyak tantangan dan berbagai efek satu kali berdampak pada hasil keuangan perusahaan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat Volkswagen harus secara konsisten menjalankan jalur yang telah dipilih serta menyempurnakan prioritas yang ada. Perusahaan berupaya memperbaiki basis biaya dan mengoptimalkan modal kerja sembari mempertahankan disiplin investasi yang tinggi.
Salah satu langkah konkret untuk mengendalikan biaya tersebut adalah dengan menunda sementara pekerjaan pengembangan untuk calon ID. Golf sampai perusahaan dapat memastikan investasi yang diperlukan secara aman.
Berdasarkan memo internal yang dilihat oleh Reuters, keputusan untuk menghentikan pengembangan ini bukanlah langkah yang mudah bagi perusahaan. CEO Volkswagen Passenger Cars, Thomas Schaefer, mengakui arti penting kendaraan tersebut bagi Volkswagen maupun fasilitas produksi di Wolfsburg. Schaefer menegaskan bahwa perusahaan memang tidak mampu membiayai pekerjaan tersebut untuk saat ini.
Penurunan Penjualan dan Margin Keuntungan
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, Volkswagen Passenger Cars mencatatkan penjualan sebanyak 2,24 juta kendaraan. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 1,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Walaupun permintaan terhadap kendaraan listrik baterai (BEV) buatan merek ini tergolong tinggi di Jerman, ketersediaannya saat ini dilaporkan masih terbatas.
Powels menjelaskan bahwa kendaraan listrik buatan mereka memiliki daya tarik tinggi dan permintaannya meningkat secara signifikan. Kendati demikian, margin keuntungan dari kendaraan listrik tersebut belum menyamai model kendaraan bermesin pembakaran internal. Porsi kendaraan listrik yang semakin besar justru dinilai semakin meningkatkan tekanan biaya.
Tekanan serupa juga terlihat pada laporan keuangan Volkswagen Group secara keseluruhan yang mencatatkan kerugian operasional sebesar 5,9 miliar euro atau kerugian kuartalan terbesar dalam lebih dari satu dekade. Volkswagen menyebutkan bahwa pelemahan penjualan di Tiongkok, penurunan nilai kepemilikan saham di Porsche, serta peningkatan porsi kendaraan listrik dengan margin lebih rendah dalam total penjualan menjadi faktor utama penyebab kerugian tersebut.
Sumber: The Driven








