Ajang penghargaan bergengsi Mobil Terbaik Eropa 2027 menunjukkan perubahan besar dalam industri otomotif dengan menetapkan seluruh tujuh finalisnya sebagai kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV.
Daftar Tujuh Finalis dan Sejarah Penghargaan
Ketujuh finalis tersebut disusun secara berurutan sesuai abjad oleh panitia penyelenggara. Penghargaan ini dirancang secara independen untuk memilih satu pemenang utama beserta dua runner-up yang dinilai sebagai mobil baru paling luar biasa yang mulai dijual dalam kurun waktu 12 bulan sebelum tanggal penghargaan, tanpa adanya kategori atau sub-divisi khusus.
Penjurian dilakukan oleh panel yang terdiri dari enam puluh lima wartawan senior otomotif dari 25 negara di wilayah Eropa dan Inggris. Ajang ini dikelola oleh sebuah lembaga nirlaba yang berdiri secara independen dari industri otomotif.
Berjalan sejak tahun 1964, Nissan Leaf tercatat sebagai mobil listrik pertama yang memenangkan penghargaan Mobil Terbaik pada tahun 2011. Tahun 2022 menjadi momen pertama kalinya tiga posisi teratas ditempati oleh mobil listrik, dan tahun ini merupakan sejarah pertama kalinya seluruh daftar pendek tujuh kandidat diisi sepenuhnya oleh kendaraan listrik.
Catatan Pasar dan Pengaruh Pabrikan Tiongkok
Terdapat catatan bahwa beberapa dari model yang masuk daftar tidak dipastikan hadir di pasar Australia, sementara pemenang tahun sebelumnya yaitu Renault 5 E-Tech juga dipastikan tidak akan masuk ke pasar tersebut. Selain itu, dari sekumpulan mobil berukuran besar yang masuk dalam daftar panjang, hanya satu yang dinilai layak masuk daftar pendek yaitu Volvo EX60, sementara sisanya merupakan kategori mobil kecil hingga ringan.
Di sisi lain, tidak ada satupun pabrikan asal Tiongkok maupun kendaraan listrik buatan Tiongkok yang masuk dalam daftar pendek tahun ini, meskipun sejumlah model sempat dievaluasi pada tahap daftar panjang awal.
Dalam pembaruan informasi tambahan, meskipun Renault merupakan perusahaan asal Eropa dan model Twingo diproduksi di sana, proses penelitian dan pengembangan Twingo justru dikerjakan di Tiongkok dalam waktu singkat yakni hanya 21 bulan.
Sumber: The Driven







