Daftar Isi
Perilaku konsumen kelas menengah atas dari kalangan milenial dan Gen Z dalam membeli mobil baru di Indonesia menjadi sorotan lewat studi terbaru yang dirilis lembaga riset Populix. Penelitian ini melibatkan 800 pemilik mobil pribadi untuk memetakan preferensi kendaraan, anggaran pembelian, hingga tingkat kepuasan merek.
Dominasi MPV dan SUV Serta Anggaran Pembelian
Dalam riset bertajuk “Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market” yang dilaksanakan pada 30 April hingga 13 Mei 2026, terungkap bahwa mobil konvensional masih memegang pangsa pasar terbesar. Berdasarkan kategori kendaraan, Multi Purpose Vehicle atau MPV memimpin dengan perolehan 40 persen, disusul Sport Utility Vehicle atau SUV sebesar 38 persen untuk mendukung mobilitas harian serta keluarga.
Rata-rata penggunaan kendaraan tersebut mencapai enam hari dalam sepekan dengan jarak tempuh harian sekitar 17,6 kilometer. Sepanjang lima tahun terakhir, delapan merek yang paling sering dibeli responden mencakup BYD, Daihatsu, Honda, Hyundai, Mitsubishi, Suzuki, Toyota, serta Wuling.
Terkait pendanaan, Associate Research Director Populix Susan Adi Putra menjelaskan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026), bahwa rata-rata responden menyiapkan anggaran sekitar Rp493 juta untuk meminang kendaraan baru. Mayoritas atau sebanyak 66 persen responden berencana menambah unit kendaraan baru, sementara 34 persen lainnya berniat mengganti mobil lama mereka.
Pertimbangan Pembelian dan Kepuasan Merek
Dalam menentukan pilihan, konsumen tidak hanya melihat banderol harga, melainkan memprioritaskan performa mesin, fitur keselamatan aktif, serta desain kendaraan. Faktor lain seperti nilai jual kembali, layanan purnajual, garansi, hingga biaya perawatan turut menjadi perhatian, meski kalangan milenial dan Gen Z lebih mementingkan nilai pengalaman kepemilikan ketimbang nilai jual kembali semata.
Dari sisi produk, Toyota, Daihatsu, dan Hyundai keluar sebagai tiga merek teratas yang memberikan tingkat kepuasan tertinggi berkat kenyamanan, keandalan mesin, dan desain modern. Sementara untuk layanan purnajual, posisi puncak ditempati oleh Toyota, Honda, dan Hyundai yang dinilai unggul dalam kualitas bengkel, ketersediaan suku cadang, serta penjelasan teknis yang profesional dari staf servis.
Perkembangan Tren Mobil Listrik
Meskipun mobil berbahan bakar konvensional masih mendominasi, ketertarikan terhadap kendaraan elektrifikasi menunjukkan grafik menanjak. Sebanyak 74 persen responden menyatakan minat terhadap Battery Electric Vehicle, dengan rincian 27 persen sangat tertarik dan 47 persen cukup tertarik, terutama dari kelompok usia 25 hingga 35 tahun.
Merek BYD memimpin daftar mobil listrik yang paling diminati dengan 49 persen, diikuti Hyundai sebesar 46 persen dan Wuling mencapai 32 persen. Susan menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap ketersediaan stasiun pengisian daya kini sudah jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, di mana 72 persen responden mengaku tidak lagi menganggap infrastruktur sebagai hambatan utama.
Masing-masing produsen juga memiliki citra unik di benak konsumen, di mana BYD dikenal kuat dalam inovasi teknologi, Daihatsu unggul pada jaringan diler dan purnajual, serta Honda dan Toyota diidentikkan dengan nilai jual kembali yang tinggi. Di sisi lain, Hyundai dinilai sebagai paket lengkap untuk aspek keamanan dan kenyamanan, Mitsubishi dikenal dari konstruksi kendaraannya, Suzuki diapresiasi pada layanan purnajualnya, dan Wuling diakui sebagai pionir kendaraan listrik.
Sumber: Carmudi Indonesia







