Automotive Industries Association of Canada (AIA Canada) mendesak Parlemen Kanada agar memasukkan kendaraan ke dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak untuk Reparasi. Organisasi tersebut hadir di hadapan Komite Tetap Industri dan Teknologi DPR untuk memperjuangkan hal tersebut.
Usulan Amandemen RUU C-267
RUU privat tersebut mengarahkan pemerintah federal untuk menyusun kerangka kerja nasional terkait daya tahan dan perbaikan produk bekerja sama dengan berbagai provinsi serta wilayah. Namun, aturan yang berlaku saat ini tidak mencakup kendaraan bermotor.
AIA Canada menyatakan dukungannya terhadap tujuan RUU tersebut dalam meningkatkan kemampuan perbaikan, memperluas pilihan konsumen, serta mengurangi limbah. Meski demikian, mereka menuntut amandemen agar kerangka kerja itu berlaku bagi kendaraan modern sekaligus mencegah pabrikan otomotif membatasi bengkel independen lewat hambatan teknis maupun kontrak.
Akses Adil untuk Bengkel Independen
Menurut asosiasi tersebut, fasilitas perbaikan independen memerlukan akses yang adil terhadap perangkat lunak, peralatan, dan informasi kendaraan supaya mampu bersaing. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat mempunyai kebebasan dalam menentukan lokasi servis kendaraan mereka.
“Kami mendukung tujuan bill’s goals: durability, repairability, consumer choice and less waste. These goals should apply to the vehicles Canadians rely on every day,” demikian pernyataan yang disampaikan asosiasi tersebut dalam dokumen pengajuannya seperti dilansir Auto Service World.
Lebih lanjut, AIA Canada menegaskan bahwa target utama mereka adalah mewujudkan kerangka kerja Hak untuk Reparasi sektor otomotif di Kanada yang dapat ditegakkan secara penuh.
Sumber: Auto Service World








