Daftar Isi
Pesawat intai supersonik SR-71 “Blackbird” dikenal sebagai salah satu jet berawak tercepat dan tertinggi dalam sejarah penerbangan. Namun, di balik rekor kecepatannya yang mencapai 2.193,2 mil per jam, pesawat ini tidak dapat menyalakan mesinnya sendiri dan membutuhkan bantuan kereta starter eksternal bertenaga 600 tenaga kuda dari sepasang mesin mobil V8 Buick.
Alasan Tanpa Sistem Starter Internal
Dikembangkan pada era Perang Dingin, SR-71 terbang perdana pada tahun 1964 dan resmi beroperasi pada 1966. Pesawat ini mencatatkan berbagai rekor dunia, termasuk penerbangan dari London ke New York City yang ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 54 menit 56 detik, serta rekor ketinggian jelajah horizontal di angka 85.069 kaki. Meski memiliki kemampuan memindai area seluas 100.000 mil persegi per jam pada kecepatan Mach 3,3, SR-71 memiliki keterbatasan pada sistem pemula mesin turbojet Pratt & Whitney J58/JT11D-20K miliknya.
Arsitek perancang SR-71, Clarence “Kelly” L. Johnson, secara sengaja tidak memasang sistem starter mandiri di dalam pesawat. Penambahan komponen pemula di dalam badan pesawat akan menambah bobot total, yang pada akhirnya menuntut SR-71 membawa lebih banyak bahan bakar. Padahal, setiap mesin turbojet J58 seberat 6.000 pon tersebut membutuhkan putaran hingga 3.200 sampai 4.500 RPM hanya untuk bisa menyala dan beroperasi secara mandiri.
Kereta Starter AG330 Bertenaga Mesin Mobil
Untuk mengatasi kebutuhan putaran tinggi tersebut, para insinyur mengadaptasi teknologi dari dunia balap mobil. Seperti dilaporkan The Autopian, pilihan jatuh pada mesin Buick 401 inci kubik “Nailhead” V8 karena menggunakan transmisi otomatis Dynaflow berkecepatan tunggal. Sistem transmisi dengan penyaluran tenaga yang halus sangat diperlukan untuk memutar mesin jet SR-71 tanpa mematahkan poros penyambung (coupler shaft).
Mesin Buick Nailhead yang umum digunakan pada mobil produksi 1960-an seperti Skylark Gran Sport dan Buick Wildcat mampu menghasilkan tenaga 325 hp dan torsi 445 lb-ft. Kereta starter khusus bernama AG330 menggabungkan dua mesin V8 tersebut secara berdampingan untuk menghasilkan daya total hingga 650 hp. Kedua mesin dihubungkan menggunakan sabuk Gilmer bergigi seluas 12 inci dan dipasangi delapan pipa knalpot lurus yang mengarah ke bagian bawah kereta.
Pengembangan fisik AG330 sempat diperbarui pada tahun 1963 ketika Lockheed menggandeng perakit mobil balap Frank Kurtis dari Frank Kurtis Company di California. Kurtis memanfaatkan pasokan mesin dan transmisi dari Lockheed untuk merakit sebanyak 30 unit kereta starter AG330 secara presisi.
Prosedur Penyalaan dan Kerusakan Mesin
Proses menyalakan mesin SR-71 membutuhkan kecermatan tinggi dari operator kereta starter. Setelah alat pemutar terhubung ke bagian bawah mesin pesawat, operator harus menjaga tekanan torsi pada kisaran 700 hingga 725 lb-ft. Mesin Buick dipacu hingga putaran 4.800 sampai 4.900 RPM hanya untuk membawa mesin jet J58 mencapai putaran 3.200 RPM.
Saat putaran mesin jet mencapai batas tersebut, pilot menyuntikkan 30 cc cairan triethylborane untuk memicu bahan bakar JP-7. Proses pembakaran ini ditandai dengan munculnya kobaran api berwarna hijau khas di bagian belakang mesin. Setelah mesin jet menyala dan mencapai putaran stasioner di angka 3.950 RPM, alat pemutar eksternal harus segera dilepaskan secara pasif.
Kereta starter AG330 tidak dilengkapi dengan kopling pembebas otomatis (overrunning clutch). Jika mekanisme penyambung terhambat saat mesin jet menyala, putaran stasioner J58 dapat memaksa mesin Buick berputar melebihi 6.000 RPM, yang kerap mengakibatkan patahnya stang seher hingga kerusakan total pada mesin V8 tersebut.
Tingginya angka kerusakan pada mesin Buick Nailhead menjadi masalah serius, terutama setelah Buick menghentikan produksinya pada tahun 1966. Pengelola program SR-71 sempat membeli seluruh stok mesin Buick yang tersisa di pasaran, termasuk dari tempat pembuangan mobil bekas, sebelum akhirnya mengganti penggerak AG330 dengan mesin V8 Chevrolet LS7 454 bertenaga 425 hp. Di kemudian hari, Garrett AirResearch mengembangkan sistem starter turbin 3AG1100 bertenaga 700 hp sebagai solusi permanen untuk menyalakan jet supersonik tersebut.
Sumber: The Autopian








