Perusahaan suku cadang otomotif LKQ mengumumkan pergantian posisi puncak pimpinan menyusul laporan kerugian bersih pada kuartal ketiga yang mencapai jutaan dolar Amerika Serikat.
Pergantian Pimpinan Eksekutif
Justin Jude resmi meninggalkan jabatannya sebagai presiden dan CEO LKQ pada 23 Oktober setelah memimpin perusahaan sedikit lebih dari dua tahun. Posisi tersebut akan diisi oleh Salvatore A. Abbate, mantan CEO Veritiv Corp., yang mulai bertugas efektif pada 15 Desember mendatang.
Dewan komisaris mengambil tindakan tegas ini karena kinerja perusahaan dinilai jauh tertinggal dari target. “LKQ’s performance, particularly in Europe, has fallen significantly short of the board’s expectations, and the board is taking decisive action to address it,” ujar Ketua Dewan Komisaris John Mendel melalui keterangan tertulis.
Mendel menambahkan bahwa penunjukan pimpinan baru ini diharapkan mampu mendongkrak kembali nilai bagi para pemegang saham. “We have strong conviction in LKQ’s business and its potential to create significant value for shareholders. Sal is a proven operator with a track record of driving performance in complex distribution businesses, and A&M brings deep experience in operational improvement. Together with LKQ’s talented teams, we are focused on improving execution and delivering improved results for our stakeholders,” lanjutnya.
Selama masa transisi sebelum Abbate mulai bekerja, tugas presiden dan CEO akan dipegang oleh John Mendel bersama Sue Grove selaku ketua komite audit.
Kinerja Keuangan Kuartal Ketiga
Berdasarkan laporan keuangan awal, LKQ mencatat kerugian bersih berkisar antara 16 juta dolar hingga 32 juta dolar AS pada kuartal ketiga. Angka tersebut mencakup beban penurunan nilai non-tunai senilai 111 juta dolar AS, sangat kontras dengan laba bersih sebesar 178 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perusahaan secara keseluruhan juga mengalami penurunan menjadi 3,32 miliar dolar AS dari sebelumnya 3,50 miliar dolar AS, sementara pendapatan organik dari sektor suku cadang dan layanan turun 5,4 persen.
Menurut pihak perusahaan, hasil buruk tersebut dipicu oleh masalah kinerja di kawasan Eropa, termasuk gangguan operasional akibat penerapan sistem ERP di Jerman serta penurunan volume penjualan di Inggris dan Benelux. Sementara itu, wilayah Amerika Utara mencatatkan hasil sesuai ekspektasi di tengah pasar yang melesu, dan sektor spesialis hanya mencatat sedikit kekurangan dari target.
Akibat hasil keuangan kuartal ketiga dan pergantian kepemimpinan ini, saham LKQ sempat mengalami kejatuhan sebesar 22,47 persen hingga ditutup pada harga 17,42 dolar AS, dan perusahaan memutuskan untuk menarik proyeksi penuh tahun 2026 yang sebelumnya diperbarui pada bulan Juli.
Sumber: Repairer Driven News






