Daftar Isi
Masa depan penerbangan komersial bertenaga listrik penuh semakin dekat berkat rancangan pesawat terbaru dari perusahaan rintisan asal Belanda, Elysian Aircraft. Pesawat penumpang E9X buatan mereka menjanjikan penerbangan yang jauh lebih senyap serta biaya yang tidak bergantung pada harga minyak fosil.
Dampak Iklim dan Potensi Pengurangan Emisi
Sektor penerbangan menyumbang lebih dari dua persen dari pemanasan global jika emisi karbon dioksida dan gas lainnya dihitung, dengan persentase yang jauh lebih tinggi di negara-negara kaya menurut data kelompok kampanye iklim Stay Grounded. Elysian Aircraft menyadari dampak iklim dari industri tersebut dan meyakini pesawat komersial listrik ukuran penuh mereka dapat menghadirkan perubahan besar.
Daniel Jacobson selaku salah satu pendiri Elysian menjelaskan kepada EuroNews bahwa kemampuan mengangkut sembilan puluh penumpang untuk jarak awal sejauh 800 kilometer dan nantinya mencapai 1.000 kilometer dapat memangkas emisi hingga nol untuk setengah penerbangan di seluruh dunia. Angka tersebut mencakup porsi aktivitas penerbangan yang sangat besar secara global dan mampu mengurangi total emisi dari sektor kedirgantaraan sebesar 20 persen.
Desain dan Spesifikasi Pesawat E9X
Inti dari target penurunan emisi tersebut terletak pada pesawat E9X yang dirancang bekerja sama dengan para peneliti kedirgantaraan di Delft University of Technology (TU Delft). Pesawat ini memiliki sayap berukuran besar yang dilengkapi dengan unit baterai modular guna mengalirkan daya ke enam baling-baling yang digerakkan oleh motor listrik.
E9X dirancang untuk mampu membawa hingga 100 penumpang dengan jarak tempuh sejauh 1.000 kilometer dari titik keberangkatan. Elysian menyatakan jangkauan tersebut memadai untuk melayani hampir 50 persen penerbangan komersial berjadwal di seluruh dunia serta berpotensi mengeleminasi 20 persen total emisi dalam penerbangan saat pesawat mulai beroperasi pada 2034.
Kemitraan dan Rencana Pengembangan
E9X bukan sekadar sebuah konsep semata, di mana Elysian telah menyelesaikan tinjauan desain konseptual kedua dan menerbangkan purwarupa berskala bersama pusat penelitian kedirgantaraan Jerman, DLR. Uji coba tersebut membuktikan bagaimana solusi penempatan baterai yang unik pada bagian sayap pesawat—tempat bahan bakar konvensional biasanya disimpan—mampu menjawab tantangan integrasi baterai berbobot berat.
Perusahaan tersebut juga menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan KLM dan Transavia untuk mengkaji kebutuhan operasional serta komersial dalam menghadirkan pesawat komersial listrik. Selain itu, perusahaan penyewa pesawat TrueNoord turut dilibatkan guna meneliti cara pembiayaan dan dukungan komersial untuk E9X.
Sumber: Electrek






