Produsen alat berat asal Tiongkok, Zoomlion, memperkenalkan Zoomlion 9DX yang diklaim sebagai traktor paling bertenaga di dunia saat ini. Kendaraan agrikultur ini menggabungkan mesin diesel berkapasitas besar dengan rangkaian penggerak listrik hibrida bertegangan 800 volt untuk menghasilkan daya hingga 1.600 tenaga kuda (hp) dan torsi sekitar 5.300 lb-ft.
Spesifikasi dan Kemampuan Angkut Hidrolis
Capaian tenaga Zoomlion 9DX tersebut melampaui traktor produksi John Deere 9RX 830 yang sebelumnya mencatatkan angka keluaran tertinggi di kisaran 913 hp. Seperti dilaporkan The Drive, Zoomlion menyatakan bahwa 9DX mampu bergerak dengan kecepatan hampir 25 mil per jam di segala medan serta dapat menaiki permukaan miring hingga kecuraman 12 derajat.
Kapasitas sistem hidrolis pada Zoomlion 9DX tercatat mencapai 168 galon per menit. Besaran daya hidrolis ini setara dengan varian tertinggi John Deere dan menjadi komponen krusial untuk menarik maupun menyalurkan daya ke peralatan pertanian berukuran masif, seperti mesin pemupukan dan penabur benih.
Meski mengumumkan angka tenaga sebesar 1.600 hp, Zoomlion belum memberikan perincian resmi mengenai spesifikasi mesin pembakaran dalam yang ditanamkan atau besaran kapasitas baterai hibridanya. Pabrikan tersebut diketahui menggunakan varian Cummins X15 pada rig pengeboran putar ZR400U milik mereka, yang berpotensi menjadi opsi mesin di balik kap traktor ini. Dari segi sasis dan kendali, unit ini dibekali kabin bersuspensi independen serta roda rantai dengan tapak selebar 30 inci untuk menjaga cengkeraman medan.
Peluang Pasar dan Hambatan Ekspor
Kehadiran 9DX menambah jajaran produk mekanisasi pertanian dari produsen Tiongkok ke tingkat global. Di pasar Amerika Serikat, merek Zoomlion sejauh ini lebih banyak dikenal lewat alat angkat seperti forklift dan lift gunting.
Peluang adopsi traktor ini di luar pasar domestiknya dinilai masih menghadapi sejumlah hambatan nyata. Faktor pengenaan tarif dagang yang tinggi terhadap peralatan pertanian asal Tiongkok, ketiadaan jaringan dealer lokal untuk ketersediaan suku cadang, serta kerumitan teknis dalam pemeliharaan sistem hibrida 1.600 hp menjadi tantangan utama bagi penggunaan unit tersebut di lapangan.
Sumber: The Drive








