Auto News

Volkswagen Luncurkan Teknologi VEGA di China, Sasar Pasar Global

Volkswagen Luncurkan Teknologi VEGA di China, Sasar Pasar Global
Daftar Isi
  1. Tiga Pilar Utama Teknologi VEGA
  2. Platform CMP dan CSP untuk Jangkauan Jauh
  3. Arsitektur Elektronik China dan Peran AI
  4. Ekspansi Global Lewat Strategi Ekspor

Volkswagen Group meluncurkan VEGA, sebuah tumpukan teknologi baru yang dikembangkan di China dan memadukan platform kendaraan listrik, arsitektur perangkat lunak kendaraan, serta sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut. Inisiatif yang diumumkan pada Tech Day pertama perusahaan di China ini menandai langkah besar Volkswagen untuk mempercepat pengembangan kendaraan serta memperluas ekspor teknologi.

Tiga Pilar Utama Teknologi VEGA

Dinamai dari salah satu bintang paling terang di belahan bumi utara, VEGA mengintegrasikan platform kendaraan generasi berikutnya, China Electronic Architecture, dan sistem bantuan pengemudi canggih. Sistem terintegrasi ini dirancang oleh Volkswagen Group China guna memangkas siklus pengembangan, meningkatkan efisiensi biaya, serta memungkinkan pembaruan perangkat lunak dan perangkat keras yang lebih cepat bagi konsumen.

CEO Volkswagen Group Oliver Blume menyatakan bahwa China kini menjadi pusat inovasi dan teknologi yang semakin penting bagi operasional global perusahaan. Strategi baru ini bertujuan mempercepat pengembangan kendaraan cerdas dan beraliran listrik di China sekaligus menyediakan teknologi tersebut ke wilayah lain.

Platform CMP dan CSP untuk Jangkauan Jauh

Dua platform kendaraan yang dikembangkan secara lokal menjadi inti dari strategi teknologi baru ini, yaitu Compact Main Platform dan China Scalable Platform. Platform CMP menyasar kendaraan listrik baterai segmen A kompak serta kendaraan hibrida plug-in, dengan klaim jarak tempuh lebih dari 600 kilometer di bawah siklus pengujian CLTC dan pengisian daya 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit.

Sementara itu, platform CSP yang lebih besar ditujukan untuk kendaraan berukuran penuh dan unggulan, termasuk model listrik baterai serta kendaraan listrik jangkauan diperpanjang. Konfigurasi BEV paling efisien pada platform ini menargetkan jarak tempuh lebih dari 800 kilometer dengan arsitektur tegangan tinggi di atas 850 volt yang memungkinkan pengisian daya dari 10 hingga 80 persen hanya dalam 13 menit.

Arsitektur Elektronik China dan Peran AI

China Electronic Architecture atau CEA merupakan arsitektur elektronik buatan internal yang dirancang untuk mendukung kendaraan yang ditentukan oleh perangkat lunak. CEA dijadwalkan menerima pembaruan kemampuan perangkat lunak besar setiap tiga bulan sekali serta peningkatan arsitektur yang lebih komprehensif setiap dua tahun.

Volkswagen juga memanfaatkan kecerdasan buatan melalui alat C-Brain untuk mempercepat pengembangan dan pengujian perangkat lunak. Penggunaan AI ini diklaim mampu memangkas waktu pengujian fitur perangkat lunak yang sebelumnya memakan waktu hingga tiga hari menjadi hanya dua hingga tiga jam saja.

Ekspansi Global Lewat Strategi Ekspor

Melalui strategi In China, Beyond China, Volkswagen berencana memperluas ekspor kendaraan buatan China dan teknologi lokal ke pasar-pasar di seluruh Belahan Bumi Selatan. Perusahaan telah mulai mengekspor kendaraan Volkswagen dan JETTA buatan China ke Timur Tengah, Uzbekistan, Kazakhstan, serta Sub-Sahara Afrika, disusul oleh Meksiko, Mesir, dan Vietnam.

Amerika Selatan diperkirakan menjadi kawasan pertama yang memperkenalkan teknologi hasil pengembangan China ke dalam portofolio lokal Volkswagen sebelum dekade ini berakhir. Langkah strategis ini diharapkan dapat membantu perusahaan beradaptasi lebih cepat terhadap kebutuhan regional sekaligus memanfaatkan efisiensi biaya yang dicapai di China.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *